Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Safari Ramadhan di Kecamatan Nongsa, Wako Batam Ajak Masyarakat Jaga Nilai-nilai Persatuan
    2 jam lalu
    Petugas TNI AL Karimun Gagalkan Upaya Penyulundupan Barang Ilegal dari Batam
    3 jam lalu
    Perumda Tirta Mulia Karimun Diminta Segera Tuntaskan Persoalan Air Bersih
    3 jam lalu
    SPPG di Kab. Bintan Wajib Miliki Sertifikat Layak Higienis
    5 jam lalu
    Kasus Kapal Pembawa Sabu 2 Ton, ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahu Penjara
    5 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    1 minggu lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    2 minggu lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    2 minggu lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    2 minggu lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    7 hari lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Puluhan Juta Anak Kehilangan Tempat Tinggal karena Bencana Iklim

Laporan UNICEF dari 2016 hingga 2021

Editor Admin 2 tahun lalu 510 disimak
Ilustrasi, logo UNICEF. © UNICEF/ Disediakan oleh GoWest.ID

PULUHAN juta anak di seluruh dunia terlantar akibat bencana iklim. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak atau UNICEF merilis laporan dari 2016 hingga 2021.

Melansir dari AFP, empat jenis bencana iklim (banjir, badai, kekeringan, dan kebakaran hutan) menyebabkan 43,1 juta anak di 44 negara kehilangan tempat tinggal.

“Ini setara dengan sekitar 20.000 anak kehilangan tempat tinggal setiap hari,” kata Laura Healy, co-author laporan tersebut, dikutip GoWest.ID dari AFP.

Ia menambahkan, anak-anak yang terdampak kemudian berisiko mengalami trauma lain, seperti terpisah dari orangtuanya atau menjadi korban perdaganan anak.

Menurut Healy, laporan tersebut hanyalah puncak gunung es. Masih ada data yang tidak lengkap, seperti kehilangan tempat tinggal akibat kekeringan yang jarang dilaporkan.

“Kenyataannya adalah dengan adanya dampak perubahan iklim, atau sistem pelacakan yang lebih baik, maka jumlah anak yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akan jauh lebih besar,” kata Healy.

Perubahan iklim Mempengaruhi

Laporan UNICEF menyoroti sejumlah negara, seperti China, Filipina, dan India yang mendominasi dengan 22,3 juta anak kehilangan tempat tinggal,

Hal itu disebabkan oleh paparan geografis negara-negara tersebut terhadap cuaca ekstrem seperti hujan monsun dan angin topan serta populasi anak-anak yang besar.

Namun proporsi terbesar anak yang kehilangan tempat tinggal terjadi di negara-negara kepulauan kecil dan di Tanduk Afrika, di mana konflik, cuaca ekstrem, tata kelola yang buruk, dan eksploitasi sumber daya saling tumpang tindih.

Sebanyak 76 persen anak-anak di pulau kecil Dominika di Karibia, yang dilanda Badai Maria pada 2017, kehilangan tempat tinggalnya.

Badai juga menyebabkan lebih dari seperempat anak-anak mengungsi di Kuba, Vanuatu, Saint Martin dan Kepulauan Mariana Utara.

Di kategori anak yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir, Somalia dan Sudan Selatan mencatat jumlah tertinggi, masing-masing 12 persen dan 11 persen populasi anak.

Laporan UNICEF juga memuat beberapa prediksi dampak bencana iklim terhadap hilangnya tempat tinggal dalam 30 tahun ke depan.

Misalnya, banjir yang disebabkan oleh meluapnya sungai dapat menyebabkan 96 juta anak kehilangan tempat tinggal.

Sementara, angin topan dapat menyebabkan 10,3 juta anak kehilangan rumah, dan gelombang badai dapat menyebabkan 7,2 juta orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan, mereka yang terpaksa meninggalkan rumah akan mengalami pukulan hebat dalam hidupnya.

“Meninggalkan rumah mungkin menyelamatkan nyawa mereka, tapi juga membawa dampak yang amat besar,” kata Russell.

Menurut Russell, fenomena tersebut akan terus terjadi seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim. 

“Kita memiliki alat dan pengetahuan untuk merespons tantangan yang semakin meningkat bagi anak-anak ini, namun kita bertindak terlalu lambat,” ungkapnya.

UNICEF meminta para pemimpin dunia untuk mengangkat masalah ini pada KTT iklim COP28 di Dubai pada November dan Desember 2023.

Kaitan Anak anak, Bencana iklim, Unicef
Admin 7 Oktober 2023 7 Oktober 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih1
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Perda Kawasan Wisata Terpadu yang Kontraversial
Artikel Selanjutnya Kilas Balik 13 Tahun Instagram

APA YANG BARU?

Safari Ramadhan di Kecamatan Nongsa, Wako Batam Ajak Masyarakat Jaga Nilai-nilai Persatuan
Artikel 2 jam lalu 46 disimak
Petugas TNI AL Karimun Gagalkan Upaya Penyulundupan Barang Ilegal dari Batam
Artikel 3 jam lalu 49 disimak
Perumda Tirta Mulia Karimun Diminta Segera Tuntaskan Persoalan Air Bersih
Artikel 3 jam lalu 52 disimak
SPPG di Kab. Bintan Wajib Miliki Sertifikat Layak Higienis
Artikel 5 jam lalu 59 disimak
Kasus Kapal Pembawa Sabu 2 Ton, ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahu Penjara
Artikel 5 jam lalu 47 disimak

POPULER PEKAN INI

Pemko Batam Gelar Safari Ramadhan di Masjid Al-Ishlaah, Berikan Bantuan Rp40 Jt
Artikel 7 hari lalu 466 disimak
Pembatasan Minimarket di Batam; Pro dan Kontra di Kalangan Pengusaha
Artikel 6 hari lalu 292 disimak
Nasabah Kehilangan Rp4,3 Miliar dalam 40 Menit
Artikel 6 hari lalu 264 disimak
Berikan Kelapa Utuh di Menu MBG, SPPG Seri Kuala Lobam Bintan Dapat Teguran
Artikel 5 hari lalu 247 disimak
Diduga Sakit Hati, Suami Bunuh Istrinya Sendiri
Artikel 6 hari lalu 226 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?