Hubungi kami di

Ini Batam

Puluhan Ribu Botol Miras Ilegal Hancur Dilindas Alat Berat Bea Cukai Batam

Terbit

|

BAU miras yang kuat memenuhi lapangan depan Kantor Bea Cukai (BC) Batam, saat ribuan botol miras hancur berkeping-keping dilindas alat berat, Rabu siang (5/10). Miras tersebut merupakan salah satu barang ilegal tangkapan Bea dan Cukai (BC) Batam selama periode 2019-2022.

Selain miras, rokok non cukai ilegal juga dibakar habis. “Pemusnahan ini merupakan pemusnahan sebagian barang hasil penindakan BC Batam di 2019-2022. Pada kurun waktu tersebut telah dilakukan sebanyak 373 penindakan dengan jumlah barang berupa rokok ilegal sebanyak 133,4 juta dan miras ilegal sebanyak 46 ribu liter,” kata Direktur Jenderal BC, Askolani saat konferensi pers di Kantor BC Batam usai acara pemusnahan.

BACA JUGA :  Lebih Instagramable, Taman Rusa Kini Hadir Dengan Kolam Air Mancur

Nilai dari barang yang ditindak selama periode penangkapan di 2019-2022 mencapai Rp 242,71 miliar dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 65,5 miliar.

Adapun barang ilegal yang dimusnahkan sebanyak 46.732 rokok ilegal hasil dari 22 penindakan pada saat Operasi Gempur Rokok Ilegal. Sementara miras ilegal yang dimusnahkan sebanyak 21.461 botol dan 74.799 kaleng yang merupakan hasil dari 49 penindakan di periode yang sama.

“Nilai dari barang yang dimusnahkan sebesar Rp 10,01 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp 3,13 miliar. Pemusnahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala BC Batam, Ambang Priyonggo mengatakan pemusnahan rokok dan miras rutin dilakukan, karena bertujuan untuk menghilangkan fungsi utama dari barang tersebut agar tidak bisa lagi dimanfaatkan.

BACA JUGA :  "Terganjal Status Kampung Tua Yang Rentan Masalah"

“Pemusnahan tersebut karena barang-barang ini dilarang dan dibatasi, sehingga tidak boleh digunakan dan dimanfaatkan kembali,” ucapnya.

Peningkatan jumlah penindakan barang-barang ilegal diharapkan mampu memberikan deterrent efect sehingga tingkat peredaran barang ilegal di area pemasaran bisa menurun.

“Sehingga permintaan terhadap barang-barang tersebut turun. Kami berharap hal tersebut dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, mendorong produksi, distribusi dan pemasaran produk legal sehingga penerimaan cukai bisa meningkat,” tuturnya (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid