Hubungi kami di

Budaya

Revitalisasi Pulau Penyengat Upaya Perlindungan Warisan Budaya

iqbal fadillah

Terbit

|

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, saat memimpin Rapat Tindak Lanjut Pembahasan Revitalisasi Pulau Penyengat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (25/5). Poto :@humaspemprovkepri.

REVITALISASI dan penataan Pulau Penyengat akan semakin menunjukkan kejelasan. Terlebih Gubernur Kepri, Ansar Ahmad usai melakukan pertemuan dengan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Senin (24/5) lalu di Jakarta.

Usai bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional itu, Gubernur Ansar kembali mengumpulkan tim untuk percepatan realisasi rencana tersebut.

“Jangan sampai apa yang sudah Pak Suharso usahakan untuk kita termasuk anggaran dan segala macam bantuannya kita sia-siakan,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, saat memimpin Rapat Tindak Lanjut Pembahasan Revitalisasinya Pulau Penyengat di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Selasa (25/5) malam.

Pada rapat ini Gubernur Ansar mengutarakan visinya untuk revitalisasi Pulau Penyengat bukan hanya sebagai penataan semata, tetapi sebagai perlindungan pula terhadap warisan-warisan budaya Melayu.

“Keistimewaan heritage yang dimiliki oleh Pulau Penyengat wajib kita rawat. Saya kira tidak banyak pulau di Indonesia yang satu kawasan penuh pulau itu dijadikan cagar budaya,” ucap Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar pun berujar bahwa selama ini ia merasakan bahwa perhatian Pemerintah Pusat terhadap cagar budaya Pulau Penyengat masih belum maksimal. Untuk itu dirinya sengaja berinisiatif mengajukan usulan penataan Pulau Penyengat tersebut ke Bappenas.

BACA JUGA :  "Budaya Betawi di Tanah Seberang"

“Pemerintah Pusat mungkin selama ini terfokusnya hanya ke Candi Borobudur misalnya untuk pariwisata historis, padahal nilai-nilai yang dimiliki Pulau Penyengat pun saya yakin tak kalah berharga dengan Candi Borobudur,” katanya.

Program Revitalisasi Pulau Penyengat yang akan dilaksanakan pada tahun ini memprioritaskan dahulu terhadap peningkatan mutu jalan akses menuju Pulau Penyengat mulai dari sarana pelabuhan di Tanjungpinang, peningkatan transportasi sampan, sampai dengan pelabuhan di Pulau Penyengat.

Kemudian penataan Masjid Raya Sultan Riau di Pulau Penyengat pun termasuk dalam rencana tersebut, seperti pergantian keramik di pelataran masjid, renovasi tempat wudhu, dan pengecatan ulang dinding masjid.

Sebelum rapat ini Gubernur Ansar sudah bersilaturahmi dengan masyarakat Pulau Penyengat guna memaparkan rencana-rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk penataan Pulau Penyengat dan mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat Penyengat. (*)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook