Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
    20 jam lalu
    BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
    20 jam lalu
    Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di Kampungku Dulu
    22 jam lalu
    Semarak Idul Adha di Perumahan Bida Asri 1 Batam
    23 jam lalu
    Polda Kepri Hentikan Kasus Kecelakaan Maut WNA Tiongkok Lewat RJ
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
    20 jam lalu
    27 Atlet Pelajar Kota Batam Ikuti Seleksi O2SN Cabor Panjat Tebing
    3 hari lalu
    Como 1907 Lolos Liga Champions Eropa, Klub Emil Audero Degradasi ke Serie B
    3 hari lalu
    Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
    4 hari lalu
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Sultan Abdul Rahman I Muazzamshah (Sultan Riau Lingga Pertama)
    4 hari lalu
    Pulau Kasu, Batam
    2 minggu lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    4 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Riwayat Dua Alutsista Penggempur Andalan Marinir

Editor Admin 4 tahun lalu 631 disimak

KEDUA ekornya yang membentang jadi penopang sepucuk laras baja sepanjang 3,17 meter. Moncongnya yang mengarah ke depan sedikit demi sedikit mendongak hingga elevasi 70 derajat seiring Kopral Dua (Marinir) Bintang R memutar tuas  elevasinya secara manual. Dalam hitungan detik, Howitzer LG-1 Mk II itu sudah dalam keadaan siap tempur dengan daya hancur seluas 200 meter persegi.

Tentu saja artileri kaliber 105 milimeter itu tidak sedang diarahkan untuk memangsa suatu sasaran pada Jumat (16/9/2022) itu. Sang kopral sekadar sedang mendemonstrasikan howitzer buatan Prancis tersebut. Satu dari sekian alutsista itu sedang dipamerkan di Naval Expo TNI AL dalam rangka HUT TNI AL ke-77 di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11-18 September 2022.

“Ini unit kita dari Yonhow-1 Mar (Batalyon Howitzer-1 Korps Marinir) ‘Sapu Jagad’. Ini satu dari tujuh unit kita. Kita sudah punya ini sejak 1995,” kata Kopda Bintang menerangkan kepada Historia.

Howitzer yang tergolong artileri medan ringan itu punya jarak tembak maksimal 1,75 kilometer. Alutsita beroda dua ini juga punya bobot 1.520 kilogram. Jika ekor dan laras ringkasnya dilipat, ia dengan mudah ditarik truk militer ukuran sedang –Yonhow-1 biasanya menggunakan Mercedes Unimog– atau helikopter – Bell 412 atau AS332 Super Puma.

Menurut Jeff Kinard dalam Artillery: An Illustrated History of Its Impact, howitzer LG-1 Mk II itu tergolong artileri semi-otomatis. Dengan diawaki lima kru, artileri ini paling cepat bisa menembakkan 12 peluru dalam satu menit. Sementara untuk menyiapkannya secara total dari kondisi terlipat ke kondisi siap tempur cuma butuh waktu 30 detik.

“Jadi sudah tidak sepenuhnya manual. Contohnya setelah kita menembak, selongsongnya sudah keluar sendiri (dari buntut laras),” ujar sang kopda.

Howitzer Rasa Prancis

Meski usianya sudah tiga dekade, LG-1 Mk II tergolong salah satu yang paling modern di antara alutsista jenis artileri milik Korps Marinir TNI AL. Marinir punya Howitzer M1938 (M-30) kaliber 122 mm, Meriam Anti-udara M1939 (52-K) kaliber 85 mm, atau Meriam Anti-udara M1939 (61-K) kaliber 38 mm asal Uni Soviet.

Howitzer LG-1 varian Mk II dibuat oleh perusahaan swasta Prancis, GIAT Industries (kini Nexter Systems), bekerjasama dengan Etablissement d’Études et de Fabrications d’Armement de Bourges (EFAB). Pengembangannya dimulai pada 1987. Prancis mengembangkannya berangkat dari kebutuhan militernya akan artileri medan yang ringan, ringkas, tapi punya daya gempur bukan kaleng-kaleng.

Howitzer LG-1 juga dikembangkan untuk menggantikan beberapa artileri militer Prancis yang uzur peninggalan era Perang Dunia II seperti Howitzer M114 dan M114F kaliber 155 mm. LG-1 Mk II juga diharapkan bisa menyaingi alutsista buatan BAE Systems Inggris Howitzer L118 kaliber 105 mm, yang sudah mendominasi pasar ekspor di kelasnya sejak 1976.

“Tahun 1987, tiga purwarupanya dibuat Etablissement d’Études et de Fabrications d’Armement de Bourges untuk percobaan lanjutan. Kemudian diikuti tiga unit pra-produksinya. Di akhir 1990 Singapura jadi pelanggan (asing) pertamanya dengan memesan 37 unit untuk dua batalyon artileri mereka, di mana unit-unitnya dikirimkan antara 1992-1993,” tulis Christopher Frank Ross dalam Jane’s Armour and Artillery.

Pada awal 1994, Indonesia mengikuti jejak Singapura. Sejumlah LG-1 Mk II dipesan untuk pembaruan alusista di Korps Marinir.

“Di awal 1994 Indonesia melakukan pesanan dan kerjasama dengan GIAT Industries untuk 20 unit howitzer ringan LG1 Mk II plus sejumlah paket amunisi dan pelatihan. Berturut-turut pesanannya terkirim pada 1995 dan 1996,” imbuh Ross.

Howitzer LG-1 Mk II pesanan Indonesia itu jadi andalan Korps Marinir dalam operasi di Daerah Operasi Militer (DOM) Aceh sejak 1995. Sejumlah unitnya jadi penyokong sejumlah misi gabungan dalam Satgas (Satuan Tugas) Rencong Sakti VI pada 1995, Satgas Rencong Sakti VII pada 1996, hingga Satgas Rencong Sakti XXII-XXX (2003-2005).

“Daerah operasi mulai efektif sejak tahun 1990, terbagi tiga sektor dan tiga satuan tugas. Satuan Tugas Marinir (berfungsi untuk mengisolasi posisi satuan Gerakan Pengacau Keamanan Aceh Merdeka pada lokasi-lokasi strategis). Pusat industri di Aceh Utara juga dikepung markas-markas militer. Di bagian Utara terdapat markas Marinir dan Kopassus dan di bagian selatan ada markas Arhanud,” kata buku terbitan KontraS, Aceh: Damai dengan Keadilan?.

Empat pucuk LG-1 Mk II itu juga jadi alutsista pendukung Satgas Merah Putih 2011 dalam rangka operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus yan disandera para perompak Somalia. Namun tak satupun howitzer yang dibawa di lambung kapal LPD (Landing Platform Dock) KRI Banjarmasin (592) itu memuntahkan peluru lantaran keadaan sudah bisa diatasi tim pasukan khusus gabungan (AD dan AL) tanpa bantuan artileri.

Peluncur Roket Legendaris Eropa Timur

Tak jauh dari Howitzer LG-1 Mk II tadi, terdapat satu unit alutsista yang punya daya gempur besar tapi lebih mobile. Ia adalah MLRS (multiple rocket launcher system) atau peluncur roket Raketomet vzor 1970 (RM-70) buatan Cekoslovakia (kini Republik Ceko dan Republik Slowakia) versi “Vampire”.

Harold A. Skaarup dalam Ironsides: Canadian Armoured Fighting Vehicle Museums and Monuments mencatat, “Vampire” adalah versi keenam atau paling mutakhir RM-70 yang punya keunggulan lebih dari versi-versi lainnya seperti versi dasar RM-70 “Grad” atau versi fire control dan navigasi modern RM-70/85M. RM-70 “Vampire” merupakan versi yang telah ter-upgrade dengan mesin delapan silinder dan drive system semi-otomatis.

Versi dasar RM-70 “Grad” dikembangkan AD Cekoslovakia dari MLRS BM-21 “Grad” asal Uni Soviet yang sudah eksis pada 1960-an. RM-70 menjadi varian MLRS yang lebih berat, baik bobot kendaraan, pelindung lapis baja, maupun daya hancur roketnya.

“ČSLA (Tentara Rakyat Cekoslovakia) mengadopsi sistem (peluncur roket) BM-21 Soviet tapi tak ingin menggunakan truk non-lapis baja. Mereka mengembangkan sebuah versi dengan truk Tatra 813 yang dilapisi baja. Ia juga lebih besar dari BM-21 dan juga punya loading system yang semi-otomatis,” ungkap buku Soviet/Russian Armor and Artillery Design Practices: 1945-1995.

Versi dasar RM-70 “Grad” punya bobot 33,7 ton dengan panjang kendaraan 8,75 meter. Dalam satu unit, lazimnya diawaki enam personil baik untuk mobilitasnya yang punya kecepatan maksimal 85 kilometer per jam dan untuk daya gempurnya dengan kapasitas 40 roket kaliber 122,4 mm. Persenjataan sekundernya diperkuat sepucuk senapan mesin Uk vz.59

“Roket yang digunakan biasanya masih roket Soviet 9M22 dan 9M28, atau roket lokal pengembangan mandiri dengan kaliber yang sama. Penggunaan truk Tatra 813 itu sangat berguna karena membuatnya punya ruang yang lebih dari cukup untuk membawa sistem peluncur berisi 40 roket. Roket-roketnya bisa ditembakkan satu per satu atau dengan metode volley fire dengan area penghancuran mencapai tiga hektare dalam sekali volley,” lanjut Skaarup.

Selain digunakan ČSLA, mulanya RM-70 dibuat untuk pesanan di antara circle blok Timur seperti Jerman Timur dan Bulgaria. Pasca-kolapsnya Uni Soviet, RM-70 diekspor ke sejumlah negara Eropa Barat, Amerika Utara dan Amerika Selatan, Afrika, hingga Asia.

Maka RM-70, baik versi dasar maupun versi-versi lanjutan, hampir selalu eksis di berbagai palagan. Perang Sahara Barat (1975-1991), konflik Afghanistan (1978-2001), Perang Saudara Sri Lanka (1983-2009), hingga Perang Saudara Yaman (sejak 2014) dan operasi militer Rusia ke Ukraina yang masih berkobar sampai sekarang.

Indonesia sendiri, khususnya Korps Marinir, memiliki sembilan unit RM-70 “Grad” sejak 2003. Sementara RM-70 “Vampire” yang termutakhir sebanyak delapan unit baru memperkuat Batalyon Roket-1 Marinir sejak 2016, yang acap digunakan untuk beragam latihan rutin korps dan latihan gabungan.

(*)

Sumber: historia.id


Kaitan Alutsista, Artileri, Persenjataan
Admin 19 September 2022 19 September 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kepala DP3APM Tanjungpinang: Forum Anak Harus Jadi Agen Perubahan
Artikel Selanjutnya Peringati Dua Dekade Provinsi Kepri, Gubernur Instruksikan Pegawai Berbaju Kurung Melayu

APA YANG BARU?

“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 20 jam lalu 239 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 20 jam lalu 226 disimak
BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
Artikel 20 jam lalu 252 disimak
Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di Kampungku Dulu
Artikel 22 jam lalu 239 disimak
Semarak Idul Adha di Perumahan Bida Asri 1 Batam
Artikel 23 jam lalu 280 disimak

POPULER PEKAN INI

Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 6 hari lalu 823 disimak
Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 6 hari lalu 751 disimak
Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
Pendidikan 6 hari lalu 676 disimak
Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
Lingkungan 5 hari lalu 589 disimak
Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
Sports 4 hari lalu 538 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?