MILLENNIUM Challenge Corporation (MCC) menyetujui dana hibah senilai 49 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 700 miliar untuk mengembangkan Pelabuhan Kuala Riau Pelantar I dan II di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
MCC adalah badan independen pemerintah Amerika Serikat, yang bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Badan Pembangunan Nasional (Bappenas). Fokus kerja sama ini adalah pengembangan infrastruktur transportasi, logistik, dan lingkungan.
Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau (Pelantar I dan II) Tanjungpinang yang diusulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri ke MCC Amerika Serikat memasuki babak baru dengan dimulainya studi kelayakan proyek tersebut.
Dalam Kick Off Meeting Pengembangan Pelabuhan Kuala Riau (Pelantar I and II) di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Rabu (4/10), Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun fasilitas pelabuhan bongkar muat dan penumpang antarpulau, seperti tujuan Kota Tanjungpinang-Kabupaten Lingga.
“Saat ini, kami bersama MCC sedang melakukan studi kelayakan terhadap proyek tersebut,” kata Ansar.
Menurut Ansar studi kelayakan itu diperkirakan memakan waktu selama setahun ke depan, karena MCC menginginkan proyek pengembangan Pelabuhan Kuala Riau memperhatikan pengembangan UMKM, gender, ramah lingkungan dan tidak reklamasi.
Setelah selesai studi kelayakan, kata Ansar, baru akan dimulai pembangunan pelabuhan yang menghubungkan dermaga pelantar I dan pelantar II tersebut.
“Target pembangunannya mulai 2024 sampai 2029. Pencairan dananya pun dilakukan secara bertahap,” ujar Ansar.
Ansar menyebut sebelumnya Pemprov Kepri mengusulkan sejumlah proyek kepada MCC, namun yang disetujui ialah pengembangan Pelabuhan Kuala Riau.
Adapun alasan alasan MCC tertarik mengembangkan pelabuhan ini dikarenakan berkaitan dengan kebutuhan pokok dan kepentingan masyarakat di kawasan pesisir tersebut.
“Ada lima provinsi di Indonesia dapat program dana hibah MCC, salah satunya Kepri,” ujar Ansar.
Sementara itu, Direktur Eksekutif MCC Indonesia, Maourin Sitorus, menyampaikan bahwa MCC yang merupakan bagian dari Pemerintah Amerika telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia sejak tahun 2009, salah satunya di bidang infrastruktur.
“Misi MCC secara global ialah mengurangi kemiskinan. Pengembangan tersebut bertujuan mendukung pengembangan ekonomi secara ekonomi inklusif di Kepri,” ujar dia.
Lebih lanjut ia menyampaikan sistem penganggaran proyek ini melalui Satker MCC Indonesia yang dibentuk Pemerintah Indonesia melalui Bappenas.
“Penyaluran dana MCC dilakukan bertahap selama lima tahun setelah semua ketentuan dipenuhi dan harus diselesaikan dalam jangka waktu tersebut. Kalau misalnya dalam lima tahun baru menyerap 500 juta, maka sisanya harus dikembalikan,” katanya pula.
(ade)


