MESKIPUN ada penyesuaian terkait dengan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, sektor usaha formal di Kota Batam tetap berjalan seperti biasa. Tetap berjalannya dunia usaha dan industri ini, kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam/Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menjadi langkah tepat yang justru menyelamatkan Batam.
Menyelamatkan Batam dari potensi pengangguran dan keberlangsungan hubungan industri lokal dengan jaringannya di luar negeri. Namun demikian, konsentrasi Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam tetap tidak menomorduakan pengawasan terhadap penyebaran Covid-19.
Untuk diketahui, Kota Batam tidak menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun petugas dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam justru bergerak melakukan penyisiran terhadap warga yang terdeteksi bergejala Covid-19.
“Saya tidak lakukan new normal, meminta masukan dari dunia usaha, saya pelajari dan ternyata langkah kita ini benar. Karena membangkitkan dari awal lagi itu susah. Maka formal kita selamatkan dan kontrolnya mudah, yang non formal kontrolnya agak susah tapi tetap kita upayakan sterilkan dulu bersama tim kita,” kata Rudi.
Terkait dengan perkembangan investasi, Rudi memang tidak bisa menjamin akan terus stabil seperti di tiga bulan pertama 2020 ini. Meskipun demikian, capaian tersebut sudah sesuai dengan target BP Batam untuk 6 bulan pertama 2020 ini.
Untuk 2020 ini, BP Batam menargetkan realisasi investasi sebesar USD 1 miliar. Sampai 1 Juni 2020 lalu, sudah tercapai hampir USD 500 juta.
“Investasi tidak ada halangan yang terhalang itu orang keluar masuk, industri kita jalan terus. Tiga bulan saja (Januari-Maret) bisa memenuhi target, kalau tidak ada Covid-19 akan lebih baik. Bisa melebihi target,” tutur Rudi lagi.
Sedari awal masa kepemimpinannya sebagai Kepala BP dan Wali Kota Batam sejak akhir September 2019 lalu hingga masa pandemi ini, dukungan investasi diberikan melalui dimulainya proses peningkatan infrastruktur utama di Batam dan perizinan yang terus dimudahkan.
Rudi langsung bergerak dengan melakukan desain ulang terhadap Pelabuhan Batu Ampar. Saat ini proses pembangunan pelabuhan utama di Batam tersebut sudah dikerjasamakan dengan Pelindo 2. Sesuai rencana awal, pembamgunan fisik akan dimulai pada tahun 2020 ini.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan berjalan prosesnya. Membangun pelabuhan itu tidak sulit, yang sulit itu menjaga kegiatan dan operasional yang menyangkut kegiatan dunia usaha di sana,” kata Rudi saat ditemui di Alun-alun Engku Putri Batam Centre, Batam pada Jumat (19/6).
Pada peosesnya, Rudi menjelaskan peningkatan infrastruktur harus dilakukan, walaupun itu berjalan bertahap. Sebelum dikerjasamakan dengan Pelindo 2, BP Batam telah membongkar 3 gudang di pelabuhan untuk memperluas daya tampung pelabuhan.
“Kalau ini tidak dipaksakan maka tidak akan jalan, dari dulu tidak ada perubahan. Jasa pelabuhan itu sangat besar, Singapura itu hidup karena jasa pelabuhan, kenapa kita tidak ada, sekarang sudah modern, tidak perlu gudang yang besar karena barang tanpa box kontainer sudah sangat sedikit.
Pengembangan terminal II Bandara Internasional Hang Nadim Batam juga sudah memasuki proses lelang. Nantinya bandara yang terletak di Kecamatan Nongsa ini akan dioptimalkan mendukung kebutuhan arus keluar masuk barang untuk dunia usaha dan industri di Batam.
*(Bob/GoWestId)


