Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Wako Batam Minta Kinerja ASN Lebih Responsif Terhadap Kebutuhan Masyarakat
    16 jam lalu
    Ditemukan Mayat di Pulau Asam Karimun, Tim SAR Berhasil Evakuasi
    16 jam lalu
    Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai, Pemkab Karimun Akan Tata Jumlah PPPK
    18 jam lalu
    Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
    1 hari lalu
    Warga Tanjungpinang Terpaksa Beli Air Karena Kekeringan Panjang
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    1 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    1 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    3 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    4 hari lalu
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    2 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

“Sang Maestro, Tony Koeswoyo”

Editor Admin 5 tahun lalu 6.4k disimak

KOESTONO Koeswoyo, lahir di Tuban-Jawa Timur, 19 Januari 1936 dan meninggal di Jakarta, 27 Maret 1987 pada umur 51 tahun. Lebih dikenal dengan nama Tonny Koeswoyo, adalah pimpinan dari group Koes Bersaudara dan group Koes Plus.

Tonny dapat memainkan tiga alat musik yaitu piano, gitar dan keyboard.

Nama Koes Plus mulai dielu-elukan khalayak secara live setelah tampil membawakan lagu “Derita” serta “Manis & Sayang” dalam acara Jambore Band di Istora Senayan November 1970.

Saat itu Koes Plus tampil bersama band Panbers dan beberapa band tersohor lain di masa itu. Semua peserta menyanyikan lagu Barat berbahasa Inggris. Hanya Koes Plus yang berani tampil beda dengan menyanyikan lagu ciptaan sendiri berbahasa Indonesia.

Sejak itu popularitas Koes Plus seolah tak terbendung, menggelegar dan merajai industri musik Indonesia.

Terlebih setelah Koes Plus berpindah ke label Remaco yang dipimpin Eugene Timothy.

Koes Plus akhirnya menjadi mesin hits yang terus dipacu tiada henti oleh Remaco. Dalam catatan, pada tahun 1974 Koes Plus merilis sekitar 24 album yang berarti setiap sebulan sekali Koes Plus merilis 2 album.

Lagu berjudul ” Why Do You Love Me” pernah menjadi top hits peringkat 1 di Australia untuk 3 minggu tahun 1972, mengalahkan The Bee Gees, Led Zeppelin, Queen dan The Rolling Stones.

Periode 1970-an seolah menjadi era mereka. Waktu itu Indonesia benar-benar dipenuhi oleh lagu-lagu Koes Plus. Baik radio atau orang pesta selalu mengumandangkan lagu Koes Plus.

Barangkali, tidak ada orang-orang Indonesia yang waktu itu masih berusia remaja yang tidak mengenal Koes Plus. Kapan Koes Plus mengeluarkan album baru, selalu ditunggu-tunggu pecinta Koes Plus dan masyarakat umum.

Bahkan, group ini berhasil merilis lebih dari 100 album berbagai jenis aliran musik seperti Pop, Dangdut, Melayu, Keroncong, Jawa, Folksong, Rock, Bosanova, Qasidah, Natal, Pop Anak-Anak, dsb.

Koesplus, © bluestanto.blogspot.com

Lagu-lagu mereka banyak yang menjadi hits dan melegenda sepanjang masa hingga saat ini. Lagu-lagu mereka hits di tangga lagu Indonesia, dinyanyikan semua umur, seperti Bujangan, Muda-Mudi, Kembali Ke Jakarta, Diana, Kapan-Kapan, Kolam Susu, Andaikan Kau Datang, Kisah Sedih Di Hari Minggu, Pelangi dan banyak lainnya.

Awal dan Perjalanan Karier

TONNY memulai kisah perjalanannya dalam dunia musik sejak duduk di bangku SMA. Kala itu ia membentuk band pertamanya yang diberi nama Gita Remaja. Kemudian bersama teman-temannya Jan Mintaraga dan Sophan Sophian, ia membuat band Teenage’s Voice dan Teruna Ria.

Pada tahun 1958, Tonny menggaet saudara-saudara kandungnya keluarga Koeswoyo, yakni Jon Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, Yon Koeswoyo dan Yok Koeswoyo untuk membentuk sebuah band bernama Koes & Bros. Pada tahun 1960, Tonny mengubah nama grup ini menjadi Koes Brothers atau Koes Bersaudara.

Pada tahun 1965 Koes Bersaudara menjadi kelompok musik sohor tanah air dan nyaris tanpa saingan sama sekali. Tapi Koes Bersaudara masih merasa perlu manggung secara berkala di gedung bioskop Megaria sebagai selingan pemutaran film atau di Restaurant International Airport Kemayoran dua kali seminggu.

Pada tanggal 25 Juni 1965 Koes Bersaudara bersama band Dara Puspita dan Quarta Nada, diundang ke sebuah pesta yang diadakan oleh Kolonel Koesno.

Ketiga band top itu membawakan lagu-lagu barat secara bergantian.

Ketika Koes Bersaudara yang tampil terakhir baru saja mulai membawakan nomor The Beatles, I Saw Her Standing There, terjadi pelemparan batu-batu yang menyasar ke atap rumah Kolonel Koesno. Diikuti teriakan-teriakan berbau kekiri-kirian seperti :

“Ganyang Nekolim! Ganyang Manikebu! Ganyang Ngak-ngik-Ngok!” Pertunjukan pun terhenti seketika dan Koes Bersaudara dipaksa minta maaf.

Tonny dengan tenang segera memenuhi permintaan itu dan dipaksa berjanji tak akan memainkan lagu ngak-ngik-ngok lagi.

Setelah nama-nama personel dari band penghibur itu dicatat oleh pengunjuk rasa, semua yang hadir dalam pesta tersebut membubarkan diri. Tonny, Nomo, Yon, dan Yok diperbolehkan pulang dengan perasaan lega.

Empat hari kemudian, tepatnya pada tanggal 29 Juni 1965, keempat bersaudara Koeswoyo ini ditangkap dan dijebloskan ke Penjara Glodok.

Sekeluar dari bui, situasi dalam penjara dipotret oleh Tonny melalui lagu Koes Bersaudara berikutnya. Selepas itu karier bermusik Tonny dan adik-adiknya kembali berjalan.

Setelah sempat berganti-ganti formasi dan nama, Koes Plus mulai resmi muncul pada tahun 1969 lewat debut album Volume I Dheg Dheg Plas yang dirilis Dick Tamimi bersama label Dimita/Mesra. Begitu dibentuk, Koes Plus tidak langsung mendapat simpati dari pecinta musik Indonesia.

Tony Koeswoyo, © zakinurfatony

Piringan hitam album pertamanya sempat ditolak beberapa toko kaset. Mereka bahkan mentertawakan lagu ‘Kelelawar’ yang sebenarnya asyik itu. Hal itu membuat sebagian personel goyah, namun tidak bagi Tonny.

Baru setelah lagu ‘Kelelawar’ diputar di RRI, orang lalu mencari-cari album pertama Koes Plus. Beberapa waktu kemudian lewat lagu-lagunya ‘Derita’, ‘Kembali ke Jakarta’, ‘Malam Ini’, ‘Bunga di Tepi Jalan’ hingga lagu ‘Cinta Buta’, Koes Plus mulai mendominasi musik Indonesia waktu itu di tangga musik radio.

Pada album Koes Plus volume II pada tahun 1970, Tonny berhasil membujuk kembali adik laki-laki terkecilnya Yok untuk bergabung dengan Koes Plus.

Sejak itu Yok pun resmi bergabung menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Totok AR.

Nama Koes Plus pun mulai dielu-elukan khalayak secara live setelah tampil membawakan lagu ‘Derita’ serta ‘Manis Dan Sayang’ dalam acara Jambore Band di Istora Senayan November 1970. Saat itu Koes Plus tampil bersama band Panbers dan beberapa band sohor lainnya.

Semua peserta menyanyikan lagu barat berbahasa Inggris. Hanya Koes Plus yang berani tampil beda dengan menyanyikan lagu ciptaan sendiri berbahasa Indonesia. Sejak itu popularitas Koes Plus seolah tak terbendung, menggelegar, dan merajai industri musik Indonesia.

(*/mik)

Sumber : Koes Plus / Wikipedia / Minews

Kaitan Koes bersaudara, Koes Plus, sejarah, Tony koeswoyo, top
Admin 5 Oktober 2020 5 Oktober 2020
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Lazio & Inter Berbagi Angka
Artikel Selanjutnya Kesehatan Trump Dilaporkan Membaik

APA YANG BARU?

Wako Batam Minta Kinerja ASN Lebih Responsif Terhadap Kebutuhan Masyarakat
Artikel 16 jam lalu 81 disimak
Ditemukan Mayat di Pulau Asam Karimun, Tim SAR Berhasil Evakuasi
Artikel 16 jam lalu 115 disimak
Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai, Pemkab Karimun Akan Tata Jumlah PPPK
Artikel 18 jam lalu 99 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 1 hari lalu 180 disimak
Warga Tanjungpinang Terpaksa Beli Air Karena Kekeringan Panjang
Artikel 1 hari lalu 172 disimak

POPULER PEKAN INI

Akhir Maret ini SPPG Batam Mulai Distribusikan Kembali MBG ke Sekolah
Artikel 5 hari lalu 320 disimak
Kantor Imigrasi Batam Tindak Lanjuti Keluhan Pemerasan Kepada WNA di Pelabuhan
Artikel 5 hari lalu 317 disimak
Diskominfo Batam Sosialiasikan Larangan Penggunaan Medsos Anak Dibawah 16 Tahun
Artikel 5 hari lalu 313 disimak
Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 4 hari lalu 255 disimak
Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 4 hari lalu 247 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?