Hubungi kami di

Bintan

Satgas Migas Kabupaten Bintan Amankan Pemilik Pangkalan di Toapaya Selatan

ilham kurnia

Terbit

|

Satgas Migas Kabupaten Bintan Amankan Pemilik Pangkalan di Toapaya Selatan.(Foto Istimewa)

TIM Satgas Minyak dan Gas (Migas) Kabupaten Bintan mengamankan Satu orang pemilik pangkalan gas yang berdomisili di Batu 16 yang diduga dia menjual gas ke warung-warung.

Penangkapan pemilik pangkalan itu dilakukan Tim satgas migas Bintan bersama satpol pp yang sedang mensuplay gas di salah satu rumah makan dan warung-warung dengan lokasi tidak jauh dari SPBU.

“Penangkapan ini di lakukan Tim Satgas Migas Senin(12/10) kemarin sekitar pukul 17:00 Wib,” kata Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono saat memimpin Press Release di Mapolres Bintan, Selasa (13/10).

Bambang juga menuturkan, tersangka merupakan pemilik pangkalan di Toapaya Selatan berinisial SO.

Tersangka terbukti melakukan penyalahgunaan Distribusi Gas subsidi LPG 3 Kg dengan menjual langsung ke warung-warung di Wilayah Toapaya dan tidak mendistribusikan kepada warga yang kurang mampu.

“Saat kita amankan, terdapat 19 gas LPG 3 Kg yang di bawa dengan menggunakan mobil Pikup Silver BP 8340 TQ dan kita langsung amankan sejumlah barang bukti ini termasuk tersangka ke Mapolres Bintan,”terangnya.

Bambang juga menyebutkan, adapun modus tersangka, yakni tersangka mendistribusikan gas LPG 3 Kg yang didapatkannya dari agen sebanyak 100 gas LPG 3 Kg selama dua hari.

Untuk mengejar penjualan, tersangka pun memanfaatkan warung-warung. Padahal hal itu sangat dilarang dan tidak diperbolehkan.

“Jadi kemarin dari keterangan tersangka, bahwa dirinya membawa 50 tabung gas untuk di jualnya. Tersangka sudah menjual sebanyak 31 gas LPG 3 Kg kepada 5 warung yang ada di Toapaya Selatan dan tersisa 19 tabung gas yang berhasil kita amankan,” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung apakah ada indikasi tersangka menjual gas LPG 3 Kg dengan harga mahal di warung-warung untuk mendapatkan untung banyak, Bambang menyebutkan terkait hal itu akan diselidiki lebih lanjut dan akan memeriksa pemilik warung untuk menanyakan perihal itu.

Tetapi alasan tersangka menjual ke warung, adalah untuk segera menghabiskan penjualan gas LPG 3 Kg sehingga dirinya bisa segera mendapatkan penambahan.

Sebab jika dirinya menjual 1 tabung gas itu dirinya memiliki untung sebesar Rp 2.200.

“Jadi kemarin masih baru kita periksa, berapa yang di jual, namun untuk keterangan ini nanti akan kita kembangkan berapa yang di naikkan. Otomatis yang di warung juga akan mengambil untung juga, inilah yang akan kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Bambang juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan memborong gas di tengah situasi kekosongan saat ini.

“Kita dari tim Satgas dan pemerintah akan berusaha untuk mendistribusikan agar kebutuhan gas LPG 3 Kg tidak langka dan kosong. Mudah-mudahan dengan kita amankan pangkalan gas LPG yang nakal seperti ini, pangkalan lain bisa berpikir dua kali untuk bermain. Karena kita akan tindak dengan tegas dan akan kita lakukan terus pengawasan terkait dengan izin dan lainnya,” tutupnya.

(*)

Sumber : bentan.id

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook