Hubungi kami di

Gaptek? Gak Lah!

Sebaran Virus Corona Pada Peta Online

Mike Wibisono

Terbit

|

Tangkap layar situs web yang dapat memantau penyebaran virus corona. (gisanddata.maps.arcgis.com)

UNTUK melihat penyebaran virus corona dari Wuhan, China sampai ke seluruh dunia, kita bisa melihat peta online yang dibuat oleh peneliti dari Universitas John Hopkins, Amerika Serikat.

Peneliti menggunakan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenai orang yang terinfeksi, pasien yang disembuhkan dan jumlah kematian yang terus di-update.

Para peneliti dari Pusat Sains dan Teknik Sistem Universitas John Hopkins telah mengembangkan panel online yang melacak pergerakan virus corona baru yang mematikan.

Virus yang menyebar hingga ke negara Amerika Serikat itu sendiri, telah menewaskan puluhan orang di seluruh dunia, seperti dilansir somagnews.com.



Menggunakan data WHO dan pusat-pusat pengendali epidemi di AS, China, dan Eropa, panel menampilkan semua kasus virus corona yang dikonfirmasi dan dicurigai serta catatan pasien yang sembuh dan meninggal dunia.

Menyebar ke seluruh dunia

DARI data yang terlihat di peta online saat update terakhir menunjukkan angka 42 orang telah meninggal dunia. Angka ini akan terus terupdate sesuai data yang masuk.

39 orang dalam penyembuhan, dan 1.438 orang terdampak virus corona. Berikut jumlah kasus yang dikonfirmasi pada peta online: 

BACA JUGA :  Google Bakal Cegah Orang Nonton Youtube Berlebihan Dengan Cara Ini

– China daratan : 1.399 orang

– Thailand : 7 orang

– Hong Kong : 5 orang

– Australia : 4 orang

– Prancis : 3 orang

– Malaysia : 3 orang

– Singapura : 3 orang

– Taiwan : 3 orang

– Jepang : 2 orang

– Macau : 2 orang

– Korea Selatan : 2 orang

– Amerika Serikat : 2 orang

– Vietnam : 2 orang

– Nepal : 1 orang

Virus baru yang mematikan ini berasal dari keluarga yang sama dengan virus SARS dan MERS yang menunjukkan gejala pneumonia. 

Sebuah rumah sakit khusus menangani pasien terdampak virus coronga mulai dibangun di kota Wuhan.

Rumah sakit tersebut bisa menampung 1.000 pasien.

Para pejabat mengatakan, pembangunan rumah sakit akan selesai dalam waktu 6 hari. Alasan membangun rumah sakit baru karena rumah sakit yang ada di Wuhan mengalami kekurangan tempat tidur dan pasokan medis.

Selain itu, rumah sakit juga ada yang menolak pasien yang menunjukkan gejala penyakit virus corona.

Hal ini menimbulkan kecaman dari pihak berwenang di Wuhan karena pemerintah pusat tidak dapat merespon dengan cukup cepat terhadap wabah virus corona.

Bagi kamu yang ingin melihat data real penyebaran virus corona bisa kunjungi situs gisanddata.maps.arcgis.com.

(*/yum)

—————————-

Sumber : SOMAGNEWS / GISANDDATA

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook