Connect with us

Hidup Sehat

Sehat Jiwa di Masa Pandemi Covid-19. Tips Sehat dari Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam

iqbal fadillah

Published

on

dr. Ratna Istiastuti, SpKJ., MKes, Dokter Spesialis Kejiwaan RSBP Batam. Photo : Dok. Pribadi

PANDEMI Covid-19 (virus Corona) menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia, Provinsi Kepri dan Batam.

Covid-19 tidak hanya menyebabkan gangguan jasmani. Namun juga mengganggu pada kesehatan jiwa, hingga bisa menyebabkan stres.

Bagaimana menghadapi itu semua ? Berikut ini tips sehat yang diberikan oleh dr. Ratna Istiastuti, SpKJ., MKes, seorang dokter Spesialis Kejiwaan dari RSBP Batam.

Penting keterlibatan semua pihak dalam membantu, agar kesehatan jiwa tidak dikesampikan. Namun paling penting diperhatikan, kesehatan jiwa berangkat dari dorongan dan tekad seseorang tetap semangat dan sehat kembali.

Di sisi lain, masyarakat harus memberikan dukungan, baik langsung dan tidak langsung, seperti memberikan perhatian dan dukungan agar penderita selalu semangat.

Kondisi yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tidak hanya fisik, namun kesehatan jiwa juga dapat terganggu.

Semua itu bisa terjadi karena masyarakat terus mendengar dan menyaksikan peristiwa yang menyebabkan stres, di mana penyakit akibat virus Corona ini dapat berdampak kematian.

Kita sebagai masyarakat juga penting menjaga diri, untuk dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengarkan informasi yang berlebihan.

Untuk memelihara kesehatan mental saat kondisi pandemi Covid-19 terjadi, beberapa tips dapat dipraktekkan oleh masyarakat.

Tips dalam menjaga kesehatan jiwa di masa pandemi, antara lain dengan pembatasan, yang antara lain:

  1. Batasi Informasi
    a. Kurangi kecemasan akibat menonton, membaca, atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Informasi terkait dengan Covid-19 yang belum diketahui kebenaran dapat memicu kecemasan.
    b. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik. Penting diingat, menjaga jarak sejenak dari informasi, terkait dengan psikologis. Terutama hal bisa menyebabkan kecemasan dan depresi.
    c. Penting untuk menjaga agar kondisi saat ini, tidak menyebabkan trauma psikologis. Dari jumlah pengakses layanan menunjukkan 63% dari mereka mengalami kecemasan dan 66% depresi.
  2. Memilah dan memilih informasi penting untuk mendapat informasi yang akurat dengan sumber terpercaya. Membaca berita dari sumber yang keliru bisa menambah kecemasan dan kekhawatiran sehingga ini akan berdampak pada kesehatan jiwa.
  3. Melakukan Hal Positif, seperti hindari alkohol dan rokok dan narkoba. Jangan merokok, minum alkohol, atau narkoba untuk mengatasi perasaan tidak nyaman. Apabila merasakan stres atau perasaan yang tak nyaman, segera konsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat. Mengatasi permasalahan kesehatan jiwa, masyarakat dapat melakukan teknik keterampilan, seperti relaksasi dengan menarik napas dalam.
  4. Atasi emosi dengan menggunakan keterampilan mengatasi emosi di waktu lampau. Itu akan membantu mengatasi perasaan yang tidak nyaman saat ini.
  5. Pertolongan profesional atau melakukan swaperiksa daring melalui situs www.pdskji.org, bisa dilakukan untuk membantu. Atau hubungi layanan kesehatan jiwa dari pemerintah melalui hotline 119 ekstensi 8.

Penting diingat, perasaan sedih, tertekan, khawatir, bingung atau marah itu adalah normal saat kita berada dalam masa krisis pandemi. Namun kita harus berusaha untuk menjaga pikiran tetap jernih demi kesehatan mental kita.

Sementara untuk tips menghadapi stres selama wabah Covid-19, bisa dilakukan dengan beberapa hal. Langkah yang bisa dilakukan, dengan sharing dan saling mendengarkan, di mana salah satu kebutuhan mendasar manusia adalah kebutuhan untuk mendengarkan dan didengarkan. Bicaralah pada orang yang anda percayai. Ceritakan perasaan anda, bagi suasana hati dengan teman, keluarga, atau orang yang Anda kasihi.

Kemudian, tetaplah menjaga hubungan dengan orang-orang yang anda sayangi. Gunakan sarana komunikasi, telepon, e-mail, atau media sosial untuk saling menguatkan dan memberi motivasi selama menjalani masa pandemi yang sulit.

Gunakan sumber terpercaya untuk mendapatkan informasi tentang Covid-19. Tidak semua informasi tentang COVID-19 itu benar. Dapatkan fakta sesungguhnya tentang resiko dan cara pencegahan COVID-19 yang tepat dari sumber informasi terpercaya. Seperti situs web WHO dan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan. Jangan sekedar mendengarkan pendapat pribadi di media sosial yang belum teruji kebenarannya.

Kurangi waktu Anda dan keluarga menonton, membaca, atau mendengarkan liputan berita yang meresahkan. Selingi dengan bacaan dan tontonan yang menghibur hati Anda dan keluarga. Ceriakan hari-hari Anda di dalam rumah, lakukan hal-hal yang menyenangkan dan menenangkan hati.

Langkah selanjutnya penting dilakukan, untuk tidak mengkonsumsi tembakau, alkohol, atau obat-obatan lain untuk mengatasi perasaan Anda. Jagalah tubuh Anda tetap sehat dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Atur pola makan dengan makanan bergizi.

Atur juga pola tidur Anda dan istirahatlah yang cukup. Tetaplah berolahraga dan beraktivitas fisik di dalam rumah. Tidak perlu panik, cucilah tangan anda dengan sabun. Apakah sabun dan air saja cukup? Jawabannya adalah iya, karena sabun menembus lapisan lemak virus, kemudian menghancurkannya. Aliran air lalu akan menghanyutkan debu dan sisa-sisa virus yang telah dihancurkan. Tidak perlu panik mencari dan membeli cairan antiseptik handsrub yang harganya sudah tidak masuk akal.

Disiplinkan diri anda dan jadilah pelindung kehidupan. Meskipun kita berada di negara khatulistiwa yang panas dan lembap, faktanya penyebaran virus SARS Cov-2 tidak terpengaruh cuaca dan bisa bertransmisi di semua area.

Pakailah masker, hindari keramaian, jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter, patuhi untuk selalu dirumah saja, jangan mudik, jangan piknik.

Lindungi kehidupan orang lain, keluarga di sekeliling kita, termasuk orang-orang yang kita cintai di kampung halaman sana.

Bahagiakan hati dengan membantu orang lain. Mulailah memikirkan orang lain dan bagaimana membantunya. Gunakan kemampuan yang kita miliki untuk membantu orang lain. Donasi sekecil apapun yang kita berikan tidak akan luput dari perhitunganNya. Bukankah sodaqoh itu menolak bala?

Mari saling mendoakan, mohon perlindungan kepada Allah sang Pencipta. Mohon agar keluarga selalu diberikan kesehatan dan dijauhkan dari penyakit. Doakan teman, pasien, petugas medis, dan semua orang yang membutuhkan agar diberi kesabaran, ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi masa pandemi ini. Mohon rahmat Allah dan kasih sayangNya agar pandemi segera berlalu.

Jika anda merasa tidak sanggup, hubungi tenaga kesehatan profesional. Ada banyak hotline yang bisa anda hubungi untuk berkonsultasi dengan tenaga professional, seperti Dokter spesialis kedokteran jiwa/psikiater, Psikolog klinis. Salah satunya melalui instagram pdskji_indonesia.

Salam sehat jiwa.

*(Zhr/GoWestId)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *