Hubungi kami di

Uang

Selama Pandemi COVID-19, Ramayana Sudah Tutup 19 Gerai

Terbit

|

Ilustrasi, logo Ramayana

JARINGAN swalayan Ramayana sudah menutup sebanyak 19 gerai selama merebaknya pandemi COVID-19. Ini diketahui dari penyampaian materi Public Expose PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS) pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada awal 2020, Ramayana memiliki total 117 gerai. Kemudian pada akhir tahun 2020 berkurang menjadi 106 gerai. Lalu jumlah gerai kembali berkurang menjadi 102 pada Juni 2021.

Berdasarkan laporan yang diunggah pada tanggal 7 September 2021, Ramayana tercatat menutup sebanyak 13 toko sepanjang 2020 dan 6 toko pada tahun 2021.

BACA JUGA :  Usaha Kecil Indonesia Juara Pertumbuhan Bisnis di Asia Pasifik di Tengah Ancaman Pandemi

Rinciannya, pada 2020 toko yang ditutup antara lain cabang Ramayana Surya Kencana, Payakumbuh, Yogyakarta, Banjarmasin, Solo, Kusuma Bangsa, Koja, Bekasi Junction, Bali II, Baturaja, Grand Cakung, Duri, serta Cirebon.

Sementara pada 2021, enam toko yang ditutup Antara lain, Ramayana Pasar Baru, Pondokgede, Palembang, Kramatjati, Tebet, serta Ramayana Jembatan Merah.

Selain menutup toko, Ramayana juga membuka gerai baru. Yakni pada 2020 dua gerai baru di Semarang dan Cikupa. Kemudian tahun ini dua toko baru di Pekanbaru dan R135 Kodim II.

BACA JUGA :  Ramalan Luhut, Ekonomi Tumbuh 5 Persen Lebih di Akhir 2021

Dengan demikian, saat ini Ramayana tercatat memiliki 102 gerai. Rinciannya, di Jakarta 14 gerai, Jawa Barat-Banten 37, Jawa Tengah 7, Jawa Timur 10, Sumatera 18, Kalimantan 7, Sulawesi 3, Bali 2, Nusa Tenggara 1, Maluku 1, Papua 2.

Dalam laporan tersebut, Ramayana menjelaskan sejumlah kendala yang mereka alami sepanjang semester pertama 2021. Mulai dari melemahnya ekonomi akibat pandemi COVID-19, penurunan pendapatan dan daya beli masyarakat, pembatasan operasional gerai, hingga penurunan pendapatan sewa.

(*)

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid