Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    2 jam lalu
    Mulia Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
    11 jam lalu
    Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Hentikan Aktivitas Penimbunan Lahan
    13 jam lalu
    Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Akan Bangun 3 Unit Sumur Bor
    17 jam lalu
    Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    1 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    4 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    4 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    5 hari lalu
    Debut Manis Herdman, Timnas Menang 4-0 Atas Saint Kitts
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Senggarang: Jejak Sejarah Tionghoa di Kepulauan Riau

Editor Admin 1 tahun lalu 1.6k disimak
Pemukiman masa lalu warga Tionghoa di Senggarang, sekitar tahun 1900-an. © F. Repro/ dok. Aswandi SyahriDisediakan oleh GoWest.ID

TERLETAK di wilayah Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senggarang adalah kawasan yang memiliki sejarah panjang sebagai pemukiman etnis Tionghoa. Pada abad ke-18, para pekerja Tionghoa pertama kali tiba di kawasan ini atas undangan Kerajaan Riau-Johor untuk mengelola perkebunan gambir. Seiring berjalannya waktu, Senggarang pun berkembang menjadi pusat pemukiman bagi mereka.

Daftar Isi
Pecinan Tertua di Kepulauan RiauAkulturasi Budaya dan Wisata Sejarah

MEMASUKI abad ke-19, Tanjungpinang mulai berperan sebagai pusat perdagangan penting. Para pedagang Tionghoa memainkan peran kunci dalam roda ekonomi lokal, terutama di bidang perdagangan dan perkebunan.

Kawasan Senggarang, yang awalnya didominasi oleh rumah terapung berbahan kayu, kini bertransformasi dengan banyaknya bangunan beton, meskipun beberapa jejak arsitektur tradisional masih bisa ditemui. Kehidupan sosial dan budaya di sini juga sangat dipengaruhi oleh kehadiran kuil dan vihara yang memperlihatkan kuatnya tradisi Tionghoa di daerah ini.

Pecinan Tertua di Kepulauan Riau

SENGGARANG diakui sebagai salah satu kawasan pecinan tertua di Kepulauan Riau. Untuk mencapainya, pengunjung bisa menyeberang dari Pelantar 1 atau Pelantar 3 Tanjungpinang menuju pelabuhan kecil di Senggarang.

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, komunitas Tionghoa Teociu dan Hokkian mulai menetap di Tanjungpinang. Masyarakat Teociu menyebut Senggarang sebagai Chao Po, yang berarti ‘kota Teociu’, sementara Tanjungpinang dikenal sebagai Fu Po, atau ‘kota Hokkian’. Dalam ingatan generasi tua, Senggarang juga dikenal sebagai Toa Po (kota lama) dan Tanjungpinang disebut Siao Po (kota baru).

Kelenteng Tien Shang Miao, salah satu kelenteng tua yang ada di Senggarang. F. Istimewa

Etnis ini berkembang pada masa pemerintahan Daeng Celak sebagai Yang Dipertuan Muda Riau II (1728 – 1745). Pada masa bangsawan Bugis asal Luwu ini, kawasan Senggarang digalakkan sebagai tempat pengembangan tanaman gambir untuk komoditi ekspor.

Pada masa itu, Etnis Tionghoa banyak dipekerjakan karena mereka lebih berpengalaman dibanding dengan etnis lainnya di Tanjung Pinang. Daeng Celak memberikan kesempatan kepada para pekerja dari Cina itu untuk menempati kawasan Senggarang sebagai tempat pemukiman mereka.

Kawasan Senggarang dikembangkan secara nyata baru pada masa Daeng Kamboja sebagai Yang Dipertuan Muda Riau III. Kemudian pada masa Raja Haji sebagai Yang Dipertuan Muda Riau IV, etnis Tionghua banyak diperkerjakan sebagai pembuat peluru/proyektil logam, dan mesiu untuk penguasa setempat. Setelah itu, kawasan ini semakin berkembang menjadi kawasan pemukiman.

Akulturasi Budaya dan Wisata Sejarah

SENGGARANG adalah pusat pemukiman yang didirikan oleh komunitas Teociu sejak tahun 1722. Terletak di seberang Tanjungpinang, yang kini menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Riau, Senggarang menyimpan warisan sejarah yang kaya, mulai dari arsitektur hingga budaya yang terbentuk dari akulturasi Melayu, Cina, dan Bugis.

Komunitas Tionghoa di Senggarang pada masa lalu. F. Repro/ istimewa

Banyak yang meyakini bahwa Senggarang adalah tempat pertama yang disinggahi para imigran Tionghoa sebelum mereka menyebar ke wilayah Kepulauan Riau lainnya. Di kawasan ini, peninggalan sejarah Tionghoa masih bisa ditemui, termasuk beberapa klenteng dan vihara yang telah menjadi objek wisata, tak hanya bagi turis domestik, tetapi juga dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Salah satu destinasi populer di Senggarang adalah Vihara Dharma Sasana yang dibangun pada tahun 1988. Kompleks ini diyakini sudah ada sejak 200 hingga 300 tahun yang lalu dan terdiri dari empat bangunan utama, dengan tiga di antaranya menghadap ke laut. Klenteng yang paling terkenal di sini antara lain Fu De Zheng Shen, Tian Hou Sheng Mu, dan Yuan Tien Shang.

Senggarang bukan hanya sekadar pemukiman tua, tetapi juga simbol dari kekayaan sejarah dan akulturasi budaya di Kepulauan Riau.

(nes/ham)

Kaitan china, History, sejarah, Senggarang, tanjungpinang, tionghoa
Admin 13 Oktober 2024 13 Oktober 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya RS. Bunda Halimah Batam
Artikel Selanjutnya Lindungi Pedagang Kecil, Pemerintah Minta Apple, Google Blokir Dua Aplikasi China

APA YANG BARU?

Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
Artikel 2 jam lalu 57 disimak
Mulia Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 11 jam lalu 98 disimak
Tidak Memiliki Izin, Satpol PP Bintan Hentikan Aktivitas Penimbunan Lahan
Artikel 13 jam lalu 55 disimak
Atasi Krisis Air Bersih, Pemkab Bintan Akan Bangun 3 Unit Sumur Bor
Artikel 17 jam lalu 54 disimak
Amsakar – Li Claudia Dorong Peningkatan PAD dan Bangkitkan Ekonomi Batam
Artikel 20 jam lalu 105 disimak

POPULER PEKAN INI

Volume Air Waduk Menurun, BP Batam Pastikan Layanan Air Bersih Tetap Terjaga
Artikel 7 hari lalu 275 disimak
Sempat Hilang, Nelayan Karimun Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan
Artikel 6 hari lalu 258 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 253 disimak
Overload Belanja Pegawai, Jumlah P3K Kab. Bintan Terancam Dipangkas
Artikel 6 hari lalu 244 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 4 hari lalu 244 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?