Hubungi kami di

Uang

Siap-Siap! Kena PPN, Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Bakal Lebih Mahal

Terbit

|

Pegawai Pertamina mengecek dan menyusun tabung LPG Bright Gas. F. Dok. Kompas.com/PT Pertamina

PENGGUNA gas LPG 5 kilogram (kg) hingga 12 kg bersiap untuk merogoh kocek lebih dalam lagi. Pasalnya, pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 62/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Penyerahan Liquified Petroleum Gas (LPG) Tertentu.

“LPG 3 kg ini yang mendapat subsidi dari pemerintah, itu yang membayar PPN-nya pemerintah full sebesar 11% (tarif PPN) dikali nilai subsidinya yang dibayar pemerintah,” kata Kepala Subdirektorat Peraturan PPN Industri Ditjen Pajak Kemenkeu, Maria Wiwiek Widwijanti, dalam konferensi pers virtual, Rabu (6/4/2022).

BACA JUGA :  Sembako Kena PPN, Menkeu Bantah Pemerintah Tak Peduli Pemulihan Ekonomi

Sementara untuk LPG 5,5 kg dan 12 kg, pengenaan PPN awalnya diberikan kepada badan usaha yakni PT Pertamina (Persero). Kemudian dalam perjalanannya akan berpengaruh ke harga agen atau pangkalan sehingga kemungkinan LPG non subsidi bisa lebih mahal dari harga jual eceran (HJE).

“(Dalam perjalanan) LPG itu kan nggak langsung dijual dari Pertamina ke konsumen, tapi ada namanya agen ada pangkalan. Masing-masing mereka menerapkan margin dan ada keuntungan yang diatur di situ, jadi bisa jadi harga yang dibayar konsumen lebih tinggi dari HJE,” terangnya.

BACA JUGA :  Tarif PPN Naik, Faisal Basri: Tidak Adil untuk Rakyat

Untuk LPG non subsidi, secara aturan pada titik serah agen atau pangkalan dikenai PPN 1,1/101,1 dari selisih lebih antara harga jual agen dan harga jual eceran. Jumlahnya bakal naik menjadi 1,2/101,2 yang berlaku pada saat diberlakukannya tarif PPN 12% mulai 2025.

“Jadi pengenaannya hanya kecil sekali nanti yang dikenakan kepada konsumen,” ujar Wiwiek.

(*)

sumber: detik.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid