Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Surat Al Maidah, Ahok dan Kecaman Publik

Mike Wibisono

Terbit

|

GUBERNUR DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membahas penggunaan surat Al Maidah ayat 51 dalam suasana menjelang Pemilihan Gubernur DKI 2017. Ucapan Ahok kemudian memicu reaksi.

Pernyataan Ahok yang jadi sorotan, ada dalam pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu, pekan lalu (27/9).

Saat itu, Ahok menjelaskan program kerja sama Pemerintah Provinsi DKI dan Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta dalam bidang perikanan–termasuk memberikan bantuan 4.000 benih ikan kerapu.

Dalam pidatonya, Ahok menjelaskan bahwa warga tidak perlu takut soal kelanjutan program bantuan itu, bila dirinya tak terpilih dalam Pilgub DKI 2017. Lebih kurang, Ahok menjamin program itu akan tetap berjalan, apa pun hasil Pilgub kelak.

“Jadi enggak usah pikiran. ‘Akh! Nanti kalau enggak kepilih, pasti Ahok programnya bubar’. Enggak! Saya masih terpilih (menjabat) sampai Oktober 2017,” kata Ahok seperti yang termuat dalam video yang diunggah di youtube.com.

Dalam pidatonya, ada pernyataann Ahok tentang surat Al Maidah ayat 51 menjelang Pilgub DKI 2017.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu enggak pilih saya. Dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51, macam-macam itu. Itu hak bapak ibu.”

Pernyataan Ahok secara lengkap dalam pidatonya bisa disimak di video ini :

https://youtu.be/dkeOkOmd6_Y

 

Kecaman

Sejumlah situs web ikut memanaskan suasana pasca-pernyataan Ahok itu. Masalah makin ramai setelah munculnya petisi bertajuk “Ahok Jangan Lecehkan Ayat Al-Quran!” di Change.org

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym juga bereaksi terhadap masalah ini. Aa Gym seperti dilansir tempo.co menilai pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di Kepulauan Seribu melampaui batas.

“Adapun Saudara Ahok memberikan statement, pernyataan terhadap Al Quran dengan perkataan yang tidak pada tempatnya, dengan cara yang tidak pada tempatnya ini adalah perbuatan melampaui batas. Ini adalah perbuatan tercela,” kata Aa Gym, Jumat, 7 Oktober 2016.

Pernyataan Aa Gym itu menyebar lewat satu video yang ditayangkan di media sosial. Video yang kini viral itu dibenarkan oleh adik Aa Gym, Abdurrahman Yuri merupakan rekaman kakaknya.

Video itu merupakan rekaman ceramah subuh yang disiarkan serentak oleh jaringan radio MQFM pada Jumat pukul 05.00-06.00, Jumat, 7 Oktober 2016.

Pembelaan

Di sisi lain, sejumlah pengguna Twitter juga tampil membela Ahok. Para pembela ini menyebut bahwa pernyataan Ahok tidak mengarah pada penghinaan Al-Quran ataupun surat Al Maidah.

Mereka menekankan, bunyi pernyataan Ahok adalah “Dibohongin pakai (dengan) surat Al Maidah ayat 51.” Kata mereka, Ahok tidak menyatakan, “Dibohongin oleh surat Al Maidah ayat 51.”

Lebih kurang, menurut para pembela ini, pernyataan Ahok merujuk pada praktik penggunaan surat Al Maidah ayat 51 jelang Pilgub DKI 2017.

Memperhatikan video di atas, netizen yang membela memberi alasan  bahwa yang bersangkutan juga mempersilakan warga untuk tidak memilihnya, bila memang meyakini tafsir surat Al Maidah ayat 51, dalam versi yang melarang memilih pemimpin non-muslim.

“Itu hak bapak ibu, jadi kalau bapak ibu enggak bisa memilih nih, ‘karena saya (bapak ibu) takut masuk neraka’, enggak apa-apa,” kata Ahok di video itu.

Pernyataan lanjutan itu menunjukkan sikap Ahok yang memberi kebebasan kepada warga dalam memilih dan meyakini sesuatu. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook