SEBAGAI mitra Indonesia, Amerika Serikat berkomitmen untuk mendukung peran utama Indonesia dalam memajukan perdamaian dan keamanan regional dengan melawan kejahatan domestik dan transnasional.
Salah satunya melalui kerja sama antara Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Amerika Serikat dengan membangun maritime training center atau pusat pelatihan maritim di Pangkalan Armada Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
“Pusat pelatihan ini akan menjadi sarana penting bagi Bakamla untuk meningkatkan kompetensi personel Bakamla RI dalam menjawab tantangan tugas menjamin keamanan dan keselamatan di laut,” kata Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, Selasa (4/9/2023).
Aan menyebutkan, pembangunan pusat pelatihan ini merupakan wujud kerja sama yang terjalin kuat antara Bakamla RI dengan Pemerintah Amerika Serikat melalui Internasional Narcotics and Law Enforcement Affairs (INL).
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kepala Bakamla RI dengan perwakilan Pemerintah Amerika Serikat serta disaksikan oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kepri.
Menurut Aan, pusat pelatihan ini ke depan dapat mendukung program-program peningkatan kapasitas dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di laut.
“Tidak hanya Bakamla, pusat pelatihan ini juga dapat digunakan bersama Kementerian atau lembaga terkait dan Coast Guard/Law Enforcemence Agencies dari negara-negara sahabat serta mitra strategis lainnya,” ujarnya.
Sementara, Director of International Narcotics and Law INL, Ken Zurcher, berharap Maritime Training Center ini akan menjadi pusat pelatihan regional negara-negara yang memiliki Coast Guard.
“Kami sangat senang berpartner dengan Bakamla RI, sebuah Coast Guard dari negara kepulauan terbesar di dunia,” tuturnya.
(ade)


