BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan III-2023 tumbuh sebesar 4,88 persen. Namun capaian tersebut cenderung lebih lambat dibandingkan triwulan III 2022 (y-on-y) yang tumbuh sebesar 6,03 persen year to year (y-on-y).
Kepala BPS Kepri, Darwis Sitorus, menyampaikan pertumbuhan tertinggi year on year pada triwulan III-2023 dicapai oleh Jasa Lainnya sebesar 27,56 persen. Kemudian, diikuti informasi dan komunikasi 13,91 persen, dan konstruksi 13,89 persen.
“Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, konstruksi memberikan andil pertumbuhan tertinggi 2,56 persen; diikuti perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 0,80 persen; dan informasi dan komunikasi 0,51 persen,” paparnya dalam rilis yang diterima, Senin (6/11/2023).
Kemudian, ia melanjutkan, jika dibandingkan dengan triwulan II 2023 (q-to-q), ekonomi Kepri triwulan III 2023 mengalami pertumbuhan 0,42 persen.
Sementara secara kumulatif Januari-September 2023 tumbuh sebesar 5,47 persen. Angka tersebut tumbuh lebih cepat dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun 2022 (c-to-c) sebesar 4,63 persen.
Darwis menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kepri triwulan III-2023 (q-to-q) dipicu pertumbuhan pada kategori pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang sebesar 16,58 persen. Kemudian disusul kategori konstruksi sebesar 8,81 persen, jasa keuangan sebesar 4,58 persen.
Sedangkan andil pertumbuhan terbesar disumbangkan oleh kategori konstruksi dengan andil pertumbuhan sebesar 1,62 persen, diikuti kategori industri pengolahan dengan andil pertumbuhan sebesar 1,52 persen, dan kategori jasa keuangan dengan andil pertumbuhan sebesar 0,12 persen.
“Struktur ekonomi Kepri pada triwulan III-2023 masih didominasi oleh industri pengolahan (39,44 persen), konstruksi (20,83 persen), dan pertambangan dan penggalian (11,64 persen),” ungkap Darwis.
Ia menambahkan perekonomian Kepri triwulan III-2023 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp 82,10 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp 49,36 triliun.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan kondisi perekonomian Kepri saat ini menuju ke fase peningkatan setelah berhasil melewati masa pemulihan setelah dihantam pandemi Covid-19.
“Dari sisi ekonomi, Kepri telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam berbagai aspek,” ujar Ansar, dikutip Antara.
Ansar menyatakan pertumbuhan ekonomi yang positif di triwulan II-2023 yang sebesar 0,42 persen (q-to-q) ini menunjukkan bahwa Pemprov Kepri dan kabupaten/kota setempat, telah berhasil mengimplementasikan berbagai kebijakan strategis untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, sehingga bisa melalui fase pemulihan menuju fase peningkatan.
Salah satu kebijakan strategis yang dilakukan dalam upaya pemulihan adalah mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu andalan perekonomian daerah. Dengan 96 persen wilayahnya yang terdiri dari lautan, Kepri memiliki banyak pulau yang indah dan eksotis.
Kepri menawarkan berbagai destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa destinasi wisata unggulan di Kepri antara lain adalah Pulau Bintan dengan pantai-pantainya yang berpasir putih dan resort mewahnya.
Lalu Pulau Batam dengan pusat perbelanjaan dan hiburan yang modern, Pulau Natuna dengan kekayaan alam dan budayanya yang khas, Pulau Anambas dengan surga bawah lautnya yang mempesona.
Serta Pulau Karimun dengan pantainya yang menawan, dan Pulau Lingga dengan situs-situs bersejarahnya yang menarik.
Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata ini, kata Ansar, Pemprov Kepri juga telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan fasilitas penunjangnya.
“Beberapa upaya itu antara lain adalah peningkatan bandara dan upaya pembangunan bandara baru di beberapa pulau, memperluas jaringan transportasi laut antarpulau, memperbaiki jalan-jalan provinsi dan kabupaten/kota, serta memfasilitasi pembangunan hotel-hotel dan restoran-restoran berkualitas,” ungkap Ansar.
Selain sektor pariwisata, sambung Ansar, pemerintah daerah tidak melupakan sektor-sektor lain yang juga berperan penting dalam perekonomian daerah. Beberapa sektor tersebut antara lain adalah sektor industri, perdagangan, kelautan, pertanian, perikanan, dan jasa.
Ia berharap dengan mengoptimalkan semua potensi yang ada dapat menciptakan lapangan kerja yang luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga berujung pada peningkatan ekonomi.
(ade)


