BANK Indonesia (BI) Perwakilan Kepri meminta warga Kepri berhati-hati terhadap keberadaan uang palsu. Saat ini, peredarannya tengah marak beredar di pasar tradisional, seperti di Pasar Toss 3000 Jodoh.
“Apabila menemukan adanya uang yang dicurigai keasliannya, maka tolak dan jelaskan secara sopan, bahwa Anda meragukan keaslian uang yang diterima dalam bertransaksi. Dan meminta agar pihak pemberi untuk memberikan uang lainnya sebagai pengganti uang tersebut,” kata Kepala Tim Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah BI Kepri, Miftahul Choiri, Rabu (4/10/2023).
Selain itu, pihaknya juga menyarankan agar pihak pemberi untuk melakukan pengecekan uang ke bank, kepolisian, atau meminta klarifikasi langsung ke Kantor BI. “Gunakan praduga tak bersalah, karena pihak pemberi mungkin adalah korban yang tidak menyadari bahwa uang tersebut adalah uang yang diragukan keasliannya,” terangnya.
Begitu juga dengan si penerima, jika meragukan keaslian uang yang diterima bisa melakukan langkah yang serupa.
“Laporan masyarakat atas uang yang diragukan keasliannya kepada BI, baik yang disampaikan langsung atau melalui bank, akan diteliti lebih lanjut. Uang yang diragukan keasliannya dan dinyatakan tidak asli, tidak memperoleh penggantian. Sementara bagi yang dinyatakan asli, dapat memperoleh penggantian sesuai ketentuan berlaku,” ucapnya.
Sebelumnya, dalam sebuah video yang marak di media sosial, seorang pedagang di Pasar Toss 3000 Jodoh Batam bernama Halasan Samosir mengaku bahwa peredaran uang palsu marak di lokasi ia berjualan tersebut.
“Tolong Bapak Kapolri, Kapolda, Kapolres dan Kapolsek langsung turunkan seluruhnya. Ini ada uang palsu pecahan Rp 100 ribu dengan total Rp 500 ribu. Tolong pak, ini di pasar pak,” katanya di video tersebut.
(leo)


