HARGA emas global belakangan ini menunjukkan gejolak yang signifikan dalam pergerakannya. Meskipun ketidakpastian global terus mendongkrak minat terhadap logam berharga ini, sejumlah analis mengkhawatirkan potensi penurunan lebih lanjut yang tidak bisa diabaikan.
Hari ini, harga emas mengalami penurunan sebesar 4,20%, berada di level U4.661,55peronstroi,turunhampir20 4.661,55 per ons troi, turun hampir 20% dari titik tertinggi sepanjang masa di angka U4.661,55peronstroi,turunhampir20 5.595.
Menurut analisis terbaru dari Andy Nugraha, analis di Dupoin Futures, situasi saat ini merupakan titik kritis bagi harga emas. Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan dan berbagai konflik global memang masih menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, faktor teknis menunjukkan adanya kemungkinan penyesuaian harga yang lebih dalam.
“Meski ketidakpastian geopolitik mendorong minat pada emas, kita tidak bisa mengabaikan risiko koreksi yang ada. Pergerakan pasar juga harus diperhatikan,” ujar Andy.
Dari perspektif fundamental, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Federal Reserve menjadi faktor kunci. Diperkirakan, Bank Sentral AS akan mengadopsi pendekatan yang lebih dovish pada tahun 2026, membuka kemungkinan penurunan suku bunga yang dapat mendukung harga emas sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga.
Permintaan terhadap emas melalui exchange traded fund (ETF) juga tetap kuat, dengan peningkatan aliran dana yang mendukung harga emas di tengah risiko makroekonomi yang melanda.
Meskipun demikian, Andy mencatat bahwa dukungan dari faktor fundamental belum cukup untuk menahan tekanan teknis yang ada. Trend diversifikasi portofolio yang berfokus pada emas, termasuk peningkatan kepemilikan oleh berbagai bank sentral, berkontribusi pada stabilitas harga, meskipun kekhawatiran masih menyelimuti pasar.
“Prospek jangka menengah hingga panjang untuk emas masih tampak baik, tetapi risiko jangka pendek lebih cenderung bergerak negatif,” jelasnya.
Dari sisi teknis, ada peluang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan, namun mempertahankan tren bullish yang ada akan menjadi tantangan. Target kenaikan mungkin berada di angka 5.600, tetapi jika level kunci di 4.565 ditembus, tekanan jual dapat meningkat drastis.
“Jika The Fed mengeluarkan pernyataan hawkish atau jika imbal hasil obligasi AS meningkat, kita bisa melihat penurunan lebih lanjut, bahkan menuju area 4.270 dalam waktu dekat,” tambah Andy.
Kesimpulannya, meskipun pergerakan harga emas menarik, investor harus tetap waspada. Memantau perkembangan geopolitik, kebijakan bank sentral, dan titik teknis yang kritis menjadi penting sebelum mengambil langkah di pasar emas.
(ham/investor.id)


