Hubungi kami di

Ini Batam

Warna Warni Rumah di Tanjung Uma

iqbal fadillah

Terbit

|

Foto : ist.

RUMAH – rumah di Kampung Tua Tanjunguma akan dicat berwarna-warni.

Pelaksanaan program Tanjunguma Berpelangi ini untuk mewujudkan kawasan tersebut sebagai destinasi pariwisata.

“Tanjunguma ini strategis. Kalau rumah pinggir laut sudah dicat warna warni, mata wisatawan dari kapal akan tertuju ke kita. Dengan begitu kami berharap ada wisatawan yang mau berkunjung ke sini,” kata Ketua Panitia, Nurapiyah, Minggu (22/4) kemarin dilansir dari Media Center Batam.

Ia mengakui untuk menarik wisatawan khususnya mancanegara tak cukup dengan mengecat dinding rumah warga. Tapi juga harus disiapkan atraksi yang bisa membuat pengunjung terhibur.

Salah satu yang akan dibuat adalah lokasi berfoto dengan latar menarik.

Rencananya akan dibuat agak menjorok ke laut sehingga turis bisa berfoto dengan latar rumah berpelangi.

“Sampan dan boat nelayan juga akan kita cat. Kita alihfungsikan jadi pengangkut wisman yang ingin keliling laut Tanjunguma. Insya Allah akan ada balai adat juga sehingga warga bisa menampilkan kesenian untuk atraksi wisata,” kata dia.

Nur mengatakan warga Tanjunguma saat ini tengah mempersiapkan diri untuk menyambut wisatawan. Karena masyarakat sadar, mereka harus terlibat untuk pembangunan kampungnya.

“Kami siap berubah. Kami siap maju. Rumah berpelangi jadj awal gerakan kami untuk menjadikan Tanjunguma sebagai destinasi wisata,” ujarnya.

Walikota Batam, Muhammad Rudi mendukung penuh inisiatif masyarakat yang bernilai positif seperti ini. Hal ini menunjukkan partisipasi masyarakat dalam upaya pemerintah menumbuhkembangkan dunia pariwisata Batam.

BACA JUGA :  Tes HIV/ AIDS 500 Ibu Hamil

Pemerintah, kata Rudi, akan membantu dengan pembangunan infrastruktur penunjang. Khususnya akses wisatawan untuk sampai ke Tanjunguma.

“Tugas kita pemerintah untuk membantu, misal infrastruktur. Masyarakat sepakat tidak, mau berkorban tidak. Misal pagarnya dibuka karena kita mau benahi aksesnya,” kata mantan Anggota DPRD Kota Batam ini.

Setelah objek disiapkan, infrastruktur dibenahi, tugas warga selanjutnya adalah menyediakan apa yang dicari oleh wisatawan.

Misalnya membuat berbagai kerajinan untuk buah tangan atau tempat menginap yang nyaman.

“Kemewahan hotel tidak menarik bagi orang asing. Mereka lebih suka tinggal di rumah gini-gini. Tapi harus lengkap fasilitasnya. Bapak Ibu siapkanlah itu,” tuturnya.

Tugas lain pemerintah adalah mempercepat penyelesaian legalitas tanah kampung tua. Hal ini penting agar masyarakat bisa membangun dan pemerintah dapat mengucurkan anggaran tanpa ragu-ragu.

“Tugas saya dan Pak Lukita (Kepala BP Batam) bagaimana legalitas diselesaikan. Kita maunya semua selesai. PL bukan diberikan ke Pemko tapi langsung ke warga. Karena kalau jadi aset negara tidak bisa dikeluarkan lagi. BP berikan langsung ke mereka. Fasum fasos ke Pemko, biar bisa kami bangun jalannya,” kata Rudi.

 

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook