SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan untuk mewujudkan Tanjungpinang sebagai kota sehat, diperlukan komitmen, strategi, dan kemitraan dari semua stakeholder, mulai kelompok dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan lembaga pendidikan.
Kemudian, termasuk juga sinergi internal organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. Hal itu disampaikan Zulhidayat dalam rapat persiapan penilaian Kota Sehat 2022, di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Kepri, Senin (26/9/2022).
Seperti diketahui, Kota Tanjungpinang pada 2019 sudah berhasil meraih penghargaan kota sehat Swasti Saba Wiwerda atau masuk dalam kualifikasi pembinaan dengan cakupan 4 tatanan program Kabupaten Kota Sehat (KKS).
Zulhidayat mengatakan, penilaian KKS ini dihelat dua tahun sekali secara nasional. Dan di tahun ini, harus berupaya mempersiapkan untuk penilaian atau verifikasi penyelenggaraan KKS di Kota Tanjungpinang.
“Komitmen dan peran kita semua penting dalam memenuhi tatanan penilaian kota sehat di Tanjungpinang,” ujarnya.
“Mudah-mudahan semua upaya dan ikhtiar untuk mewujudkan Tanjungpinang sebagai kota sehat diberikan kemudahan dari Allah SWT,” tambah Sekda.
Untuk tahun ini, ada sembilan tatanan kota sehat yang ditetapkan dalam penilaian, meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan rumah ibadat, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata.
Ada pula, transportasi dan tertib lalu lintas jalan, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana.
Rapat tersebut, turut dihadiri Kepala Bappelitbang, Surjadi; Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB, Elfiani Sandri; dan sejumlah pejabat Pemko Tanjungpinang.
(*)


