SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, mengajak perusahaan-perusahan di Kota Batam terlibat aktif dalam penanganan masalah sosial, termasuk berpartisipasi dalam menuntaskan persoalan buang air besar (BAB) sembarangan.
Jefridin menyampaikan ada dua program yang belum terlaksana secara sempurna oleh Pemko Batam. Program pertama adalah penanganan stunting di Kota Batam.
Kemudian, program ke dua yakni persoalan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Open Defecation Free (ODF) yang belum mencapai 100 persen.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam, mencatat hingga saat ini, masih ada sekitar 300 ribu warga Batam yang BAB sembarangan alias tidak menggunakan jamban.
“Kita masih terus berupaya untuk menuntaskan berbagai persoalan sosial, termasuk dalam hal pemenuhan jamban untuk masyarakat kita yang tinggal di bibir pantai dan di kawasan rumah liar,” kata Jefridin, Sabtu (22/7/2023).
Ia mengatakan Pemko Batam tidak bisa untuk menuntaskan persoalan tersebut sendiri, karena saat ini juga tengah melakukan pembangunan infrastruktur.
Oleh karena itu, sangat diperlukan dukungan dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan sosial di Kota Batam. Salah satunya, melalui program tanggung jawab sosial (CSR) dari pihak swasta.
“Pembangunan infrastruktur jalan sangat penting karena itu merupakan performa Batam. Orang yang berkunjung ke Batam baik wisatawan mancanegara maupun domestik datang pasti melintasi jalan ini, termasuk bandara kita benahi. Untuk itu mohon dukungan semua agar Batam menjadi kota yang cantik, indah, dan modern,” ujar dia.
Ia mengatakan agar masyarakat tidak buang air besar sembarangan diperlukan penyediaan sarana sanitasi.
Menurutnya, hal ini harus dimulai dari komunitas terkecil, yakni rumah tangga dengan harapan tidak ada lagi perilaku BABS di masyarakat Kota Batam baik di daerah pulau penyangga maupun pulau utama.
“Untuk penyediaan jamban ini memakai Teknologi Tepat Guna (TTG) sebagaimana yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI. Penyediaan TTG ini merupakan solusi yang sangat tepat dan efektif. Karena memiliki daya tampung 10 tahun dengan kapasitas 6-7 anggota keluarga,” kata Jefridin.
(*/ade)


