KEGIATAN Festival Lampu Hias Eid Mubarak 1447 Hijriah di Kabupaten Karimun memasuki tahap penilaian.
Tim juri mulai turun langsung ke berbagai kecamatan untuk menilai kreativitas masyarakat dalam menghias lampu warna-warni yang memancarkan nuansa Ramadan.
Penilaian dilakukan secara bertahap dengan mengunjungi seluruh lokasi peserta sesuai jadwal dan rute yang telah ditetapkan panitia.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, Ahadian Zulseptriadi, mengatakan penilaian diawali dari wilayah Kecamatan Moro pada 8 Maret 2026, kemudian berlanjut ke Kecamatan Durai pada 9 Maret 2026.
Selanjutnya, pada 10 hingga 11 Maret, tim juri bergerak ke wilayah Pulau Kundur. Penilaian dimulai dari Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Kundur Utara, sebelum dilanjutkan ke Kecamatan Kundur pada 11 Maret.
“Setelah itu, pada 12 Maret penilaian dilakukan di wilayah Pulau Karimun, dan pada 13 Maret tim juri melanjutkan penilaian ke Buru,” ujar Ahadian.
Dalam proses penilaian, tim juri tidak hanya melihat kemeriahan lampu, tetapi juga menilai berbagai aspek penting seperti kreativitas, inovasi, keindahan, dan estetika dari desain lampu hias yang ditampilkan peserta.
Selain itu, pesan religi yang tercermin dari desain lampu hias juga menjadi salah satu poin penting dalam penilaian. Kombinasi warna yang harmonis, tata letak lampu yang rapi, hingga tampilan keseluruhan yang menarik menjadi perhatian khusus tim juri.
Penggunaan teknologi seperti lampu LED, animasi cahaya, hingga efek warna yang unik juga menjadi nilai tambah bagi peserta yang mampu menghadirkan konsep berbeda dari yang lain.
Dari sisi teknis, penilaian turut mempertimbangkan aspek keselamatan instalasi. Mulai dari penataan kabel yang rapi, konstruksi bangunan yang kokoh, hingga jumlah dan kondisi lampu yang menyala dengan baik.
“Keselamatan peserta maupun masyarakat yang menyaksikan tetap menjadi prioritas utama dalam penilaian,” jelas Ahadian.
Tak hanya itu, kekompakan dan partisipasi masyarakat dalam menghias lingkungan juga menjadi bagian dari penilaian, karena festival ini diharapkan mampu memperkuat kebersamaan warga dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Penilaian lomba lampu hias dijadwalkan rampung sebelum malam puncak tujuh Likur, salah satu tradisi khas masyarakat Karimun menjelang Idul Fitri.
Selama proses penilaian berlangsung, peserta diwajibkan menyalakan lampu hias pada malam hari agar tampilan dapat dinilai secara maksimal.
Lampu-lampu tersebut nantinya juga akan kembali dinyalakan pada malam tujuh Likur serta malam Eid Fitri untuk menambah semarak perayaan di Kabupaten Karimun.
Sementara, untuk lomba kereta hias akan dinilai saat pawai atau parade kereta hias yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan malam Idul Fitri 1447 Hijriah di Karimun. (*)


