DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mendatangkan dua unit sweeper truck, kendaraan penyapu jalan yang dirancang untuk membersihkan debu, pasir, hingga kotoran halus di badan jalan.
Keberadaan dua alat ini sebagai upaya Pemko Batam memulai cara baru untuk membersihkan kota dibeberapa wilayah. Saat ini, armada tersebut sudah mulai beroperasi, meski masih dalam tahap uji coba.
Bukan lagi sekadar sapu dan tenaga manual, melainkan mesin yang bergerak pelan di tepi jalan, mengisap debu yang selama ini luput dari pandangan.
Beberapa titik perkotaan menjadi lokasi awal pengujian. Mulai dari kawasan Nagoya, Batam Center, hingga Batuampar, mobil ini tampak bekerja menyisir sisi jalan yang selama ini sulit dijangkau petugas kebersihan.
“Kemarin sudah kita uji coba di daerah perkotaan seputaran Batam Center bahkan di Batuampar,” kata Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalondo Hasibuan, Selasa (24/03/2026) siang.
Berbeda dengan metode konvensional, kendaraan ini mampu menjangkau celah sempit di antara aspal dan pembatas jalan, tempat debu dan pasir kerap menumpuk tanpa tersentuh.
Mesin penyedot di bagian bawah kendaraan bekerja mengangkat kotoran halus yang nyaris tak terlihat, lalu menampungnya dalam tangki.
Tak hanya permukaan jalan, Dohar menyebut alat ini juga dapat membantu membersihkan saluran drainase yang tersumbat material ringan.
Untuk sementara, operasional sweeper truck masih bersifat fleksibel. DLH akan menurunkan armada ke lokasi yang dianggap membutuhkan, sembari menyusun pola kerja yang lebih tetap.
“Jadwalnya seperti pengangkutan sampah, bisa tiga hari sekali. Nanti kita lihat timing-nya,” ujarnya.
Saat ini, pengoperasian masih dalam tahap penyesuaian. Petugas tengah dilatih agar mampu mengendalikan teknologi tersebut secara optimal. Setelah mahir, armada akan dilepas untuk bekerja lebih luas di berbagai titik kota.
“Kalau sudah mahir, kita bisa lepas dia di mana-mana untuk menyapu,” kata Dohar.
Setiap kali tangki penampung penuh, hasil sapuan akan dipindahkan ke truk pengangkut, lalu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.
Kehadiran kendaraan ini menjadi langkah kecil menuju wajah kota yang lebih bersih. Debu yang selama ini hanya beterbangan, kini perlahan mulai dikumpulkan, ditarik masuk ke dalam mesin, dan dibawa pergi dari jalanan Batam. (*)


