PEMERINTAH Kota Batam menggelar salat istisqa berjamaah di Dataran Engku Putri pada Senin pagi (30/03/2026). Salat istisqa adalah ibadah sunnah muakkadah yang dilakukan secara kolektif untuk memohon agar Allah SWT menurunkan hujan di kala musim kemarau berkepanjangan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Batam yang merangkap Kepala BP Batam, Amsakar Achmad; Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin; jajaran Forkopimda; serta pegawai Pemko, BP Batam, dan masyarakat. Salat dipimpin oleh imam Jefri AR, S.Sy., dengan khotbah disampaikan oleh Kyai Dhoifi Ibrahim.
Dalam khotbah pembuka, khatib mengajak jamaah untuk bersama-sama memohon rahmat dan hujan dari Tuhan. Ia juga mengingatkan bahwa kemarau panjang mungkin disebabkan oleh tindakan manusia, sekaligus bisa menjadi ujian dan tanda kasih Tuhan yang mendorong umat untuk bertaubat. Ia menghimbau warga memperbanyak permohonan ampun kepada Allah.
Kekeringan yang berlangsung telah berdampak pada penurunan kapasitas sejumlah waduk di Batam, salah satunya Waduk Muka Kuning. Data BP Batam per 27 Maret 2026 menunjukkan tinggi muka air waduk tersebut 22,58 m/dpl, sedangkan top spill berada di 25 m/dpl.
Dari sisi cuaca, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menyampaikan kondisi cuaca seminggu ke depan diperkirakan masih cerah berawan dengan potensi hujan sporadis pada awal April. Ia menjelaskan bahwa angin musim barat masih menguat dan kondisi El Niño saat ini netral, diperkirakan bergeser ke El Niño lemah pada Juni. Oleh karena itu, hujan yang lebih merata di Provinsi Kepulauan Riau diprediksi mulai pertengahan April hingga Mei.
Ramlan mengingatkan agar BPBD di seluruh Kepulauan Riau tetap waspada terhadap kemungkinan kekeringan lanjutan dan potensi kebakaran lahan, khususnya di Natuna, Anambas, dan Bintan bagian timur.
(sus)


