SEBANYAK 20 UMKM Kota Batam saat ini telah berhasil menembus pasar ekspor, khususnya ke Johor Bahru, Malaysia.
Kondisi ini menunjukan, bahwa upaya Pemerintah Kota Batam dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas mulai terlihat hasilnya.
“Data kami menunjukkan sudah ada 20 UMKM yang rutin mengekspor produk ke Johor Bahru, dengan berbagai jenis seperti makanan ringan, kue, kerajinan, hingga oleh-oleh khas Batam,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, di sela-sela kegiatan Bazar MTQH XXXIV Batam.
Menurut Salim, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing produk UMKM di pasar internasional.
Ia juga mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga akses pemasaran.
Dalam gelaran bazar pada Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) 2026, kebangkitan UMKM Kota Batam nampak terlihat. Sekitar 150 pelaku UMKM ambil bagian, menampilkan beragam produk unggulan.
“Bazar ini bukan sekadar transaksi, tapi juga sarana promosi dan peningkatan daya saing. Bahkan seluruh stan dinilai untuk mendorong inovasi pelaku usaha,” kata Salim.
Selain itu, kegiatan tersebut turut menghadirkan layanan perizinan usaha secara langsung guna mempercepat legalitas UMKM.
Salah satu pelaku UMKM, Ilu, menjadi contoh keberhasilan inovasi produk. Ia mengembangkan fesyen ramah lingkungan berbahan daur ulang tutup kaleng menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Awalnya hanya rajutan biasa, sekarang kami kembangkan menjadi produk sustainable fashion. Alhamdulillah sudah diminati wisatawan asing, terutama dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya.
Ia mengaku program akselerasi ekspor yang diikutinya membantu meningkatkan kualitas produk hingga mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa UMKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Tidak cukup hanya kegiatan seremonial, harus ada intervensi nyata mulai dari manajemen usaha, akses permodalan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk,” tegasnya.
Ia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitas seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk meningkatkan kualitas desain kemasan agar lebih menarik dan kompetitif.
Selain itu, aspek legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal dinilai menjadi kunci untuk memperluas akses pasar.
“Yang terpenting bukan hanya ikut pameran, tetapi ada peningkatan kapasitas. Grafik pertumbuhan UMKM Batam harus terus naik setiap tahun,” tutupnya. (*)


