PARIS Saint-Germain kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu raksasa sepakbola Eropa setelah mengalahkan Arsenal pada final Liga Champions yang digelar di Puskás Aréna, Budapest, Minggu (31/5) dini hari WIB. Pertandingan berakhir dramatis lewat adu penalti dengan skor 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu penuh 120 menit.
Sejak awal, Arsenal tampil mengejutkan. Baru menit kelima, Kai Havertz mencatatkan gol cepat setelah memanfaatkan celah di lini belakang PSG. Keunggulan itu membuat permainan The Gunners semakin percaya diri.
PSG kemudian pelan-pelan mengambil alih jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan terus dibangun, tetapi baru menghasilkan gol pada babak kedua.
PSG menyamakan kedudukan pada menit ke-65 melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele. Hadiah penalti didapat setelah Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan di dalam kotak. Dembele mengeksekusi dengan sempurna dan membuat skor menjadi 1-1, yang bertahan hingga turun minum terakhir tanpa ada gol tambahan lagi.
Laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Di extra time, Arsenal mencoba meningkatkan tempo dengan memasukkan pemain-pemain segar, sementara PSG melakukan rotasi untuk menjaga ritme dan kestabilan. Salah satu momen yang sempat memicu protes terjadi pada menit ke-102 ketika Noni Madueke terjatuh di kotak penalti akibat duel dengan Nuno Mendes. Namun, wasit Daniel Siebert tidak melihat adanya pelanggaran.
Meski Arsenal tampil lebih intens, pertahanan PSG tetap kokoh. Skor 1-1 tidak berubah hingga 120 menit, sehingga keputusan harus ditentukan lewat adu penalti.
Saat tos-tosan, PSG lebih tenang. Goncalo Ramos dan Achraf Hakimi sukses menjalankan tugasnya, lalu eksekusi Beraldo juga berbuah gol. Di sisi Arsenal, Eberechi Eze gagal menuntaskan penalti penting. Kegagalan juga dialami Gabriel Magalhaes yang tendangannya melambung di atas mistar.
Akhirnya, PSG menang 4-3 dalam adu penalti dan meraih trofi Liga Champions untuk kali kedua secara beruntun. Kemenangan ini semakin memperkuat posisi PSG di jajaran elite Eropa. Meski begitu, catatan juara terbanyak Liga Champions tetap milik Real Madrid dengan 16 gelar, disusul AC Milan (tujuh), serta Bayern Munich dan Liverpool FC yang masing-masing mengoleksi enam trofi.
(*)


