DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyiapkan program pendidikan di tahun 2026 dengan fokus pada dua hal utama: rehabilitasi sekolah dan pembangunan ruang kelas baru (RKB). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kurangnya fasilitas belajar di beberapa wilayah.
Kepala Disdik Kota Batam, Hendri Arulan, menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Batam belum menganggarkan revitalisasi sekolah melalui APBD. Menurutnya, program yang tersedia di tahun ini adalah rehabilitasi sekolah serta pembangunan RKB.
Rehabilitasi difokuskan pada perbaikan bagian sekolah yang rusak, seperti plafon, atap, dan fasilitas lain yang mengalami kerusakan. Salah satu sekolah yang mendapat program rehabilitasi adalah SMP Negeri 61 Batam.
Selain rehab, Pemko Batam juga membangun ruang kelas baru untuk jenjang TK, SD, dan SMP guna menambah kapasitas belajar siswa. Pemerintah daerah juga berencana membangun unit sekolah baru di beberapa wilayah yang membutuhkan ruang belajar lebih besar, termasuk di Botania (SD dan SMP) serta Nongsa (TK).
Pembangunan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan siswa, terutama di kawasan Botania, termasuk SD 009. Namun karena pembangunan baru dilakukan pada tahun ini, sekolah-sekolah tersebut direncanakan mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2027.
(dha)


