MENJELANG tahun ajaran baru 2026/2027, ada tantangan baru bagi pemerintah provinsi Kepulauan Riau. Data terbaru menunjukkan kekurangan sekitar 1.500 guru untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah.
Masalah semakin mendesak dengan masuknya sekitar 33 ribu siswa baru. Kebutuhan guru meningkat paling tajam di Batam, yang tiap tahun mengalami lonjakan jumlah peserta didik.
Untuk mengatasi hal ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad sebelumnya mengusulkan perekrutan guru baru.
Saat ini Badan Kepegawaian Daerah Kepri masih memproses pendataan. Kepala BKD Kepri Yenni Tri Isabella menyebut pembahasan dilakukan bersama Dinas Pendidikan Kepri, BKN, dan Kementerian PAN-RB. Ia menegaskan perekrutan tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena pemerintah perlu menganalisis kebutuhan dan beban kerja agar penempatan guru sesuai kebutuhan.
Yenni menambahkan, hasil analisis itu akan menjadi dasar penentuan jumlah formasi dan jadwal rekrutmen. Pihaknya masih menunggu pemetaan lengkap dari Dinas Pendidikan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung membenarkan angka kekurangan guru mencapai 1.500 orang. Menurutnya, kenaikan jumlah siswa baru menjadi penyebab utama. Saat ini Disdik fokus memetakan kebutuhan guru per sekolah dan mata pelajaran, sekaligus mengevaluasi distribusi agar sekolah yang kekurangan bisa segera terisi.
Sebagai solusi, Pemprov Kepri membuka peluang rekrutmen guru melalui jalur PNS untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di seluruh daerah.
(sus)


