- Nama: Pulau Kasu
- Tata Pemerintahan : masuk dalam wilayah administrasi kecamatan Belakangpadang, kota Batam
- Luas : sekitar 186,197 km persegi (sebagai wilayah kelurahan pulau Kasu)
- Populasi : 3.818 jiwa (Data dari Disdukcapil kota Batam)
- Batas wilayah: Sebelah utara berbatasan dengan Pulau Rempang, sebelah selatan dengan Pulau Pecong, barat dengan Pulau terong dan timur dengan Kelurahan Sekanak Raya.
PULAU Kasu adalah salah satu pulau dan kelurahan di Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Terkenal sebagai wilayah pesisir dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan.
Selain dikenal sebagai nama pulau, Pulau Kasu juga dikenal sebagai Kelurahan Pulau Kasu. Saat ini, sekitar 80 persen warganya bekerja sebagai nelayan. Sisanya 20 persen ada yang PNS, petani kebun, dan berdagang, hingga beternak ayam dan kambing. Jenis komoditi yang ditanam penduduk setempat adalah tanaman palawija, kelapa, pisang, kangkung, bayam, bahkan matoa.

Pulau Kasu terletak di sebelah barat pulau Batam dengan jarak tempuh kurang lebih 40 menit dari pelabuhan rakyat Tanjung Riau.
Masa Lalu
PULAU ini telah dihuni orang sejak masa lalu dan menjadi saksi dinamika sosial dan ekonomi penduduk di sekitar Kepulauan Batam masa lalu.
Penamaan ‘Kasu’ pada pulau ini, diduga berasal dari nama sejenis tumbuhan pandan yang dulu banyak ditemui di pulau kecil itu. Nama ilmiahnya Flagellaria; _Dillenia bifolia. Namun penduduk lebih mengenalnya dengan sebutan ‘Kasoe Samak’.
“… tumbuhan ini selalu menjadi tanda adanya sedikit campuran air tawar, dan telah menuntun pada penemuan, dalam banyak kasus, mata air kecil yang muncul dalam cekungan tanah liat yang tersembunyi di antara semak, tetapi diketahui oleh penduduk kepulauan itu” (James Motley, Esq dalam ‘Hooker’s Journal of Botany volume VII, 1855)


