PEMERINTAH Kota Batam memberikan beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi bagi. Program ini diprioritaskan bagi siswa berprestasi, pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu, serta siswa dari wilayah hinterland (daerah luar daratan atau pulau penyangga).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa Batam membutuhkan sumber daya manusia yang berpendidikan dan mampu bersaing guna mendukung kemajuan daerah. Ia berharap sosialisasi program beasiswa yang dilakukan dapat memotivasi siswa SMA dan SMK agar bersungguh-sungguh menjadi generasi terbaik.
Amsakar menjelaskan bahwa Pemkot Batam kini menerapkan skema baru dengan memperluas penerima beasiswa bagi siswa hinterland dan keluarga tidak mampu. Sebelumnya, program tersebut hanya menyasar siswa berprestasi.
Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Setdako Batam, John Hendri, menambahkan bahwa beasiswa ini dirancang untuk menjawab kebutuhan daerah sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan tinggi. Ia menyebutkan skema penyalurannya berkembang mencakup beasiswa untuk siswa berprestasi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), untuk siswa kurang mampu melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta untuk siswa hinterland melalui mitra kerja sama.
Menurut John, program studi yang menjadi prioritas difokuskan pada bidang rekayasa yang dinilai selaras dengan kebutuhan industri di Batam. Salah satu contohnya adalah jurusan perkapalan yang dianggap sesuai dengan industri galangan kapal di wilayah tersebut. Rincian jurusan dimuat dalam Surat Edaran Wali Kota Nomor 134 Tahun 2026.
Untuk skema penerima beasiswa berprestasi, Pemkot Batam memberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sedangkan bagi penerima yang masuk kategori kurang mampu maupun hinterland, bantuan yang diberikan mencakup UKT sekaligus dukungan biaya pendidikan lainnya.
Perguruan tinggi mitra untuk penerima berprestasi jalur SNBP meliputi Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Diponegoro. Selain itu, Pemko Batam menambah kerja sama baru dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Politeknik Negeri Batam (Poli Batam), sehingga total kampus mitra kini mencapai sembilan.
John menjelaskan pembagian kampus mitra berdasarkan kategori penerima: beasiswa untuk kategori tidak mampu tersedia di Poli Batam dan UMRAH, sedangkan untuk kategori hinterland tersedia di Poli Batam dan ITS.
Ia juga menyebutkan saat ini terdapat sekitar 100 mahasiswa yang dibiayai melalui program tersebut, dengan proyeksi jumlah penerima dapat meningkat setelah adanya penambahan kampus mitra baru. Diperkirakan jumlah penerima bisa mencapai sekitar 200 orang.
(dha)


