SEBANYAK 260 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kota Batam terdata sebagai penerima bantuan sembako dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Data itu meningkat dari sebelumnya hanya 190 ribu KK penerima bantuan yang terdampak Covid-19.
Data terbaru ini, kata Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, sudah termasuk mereka yang ada dalam kategori warga miskin baru. Penduduk miskin baru ini, seperti tukang ojek, supir taksi, mereka yang di-PHK, buruh harian, dan pelaku pariwisata. Mereka akan menerima bantuan 10 Kilogram Beras, 1 kotak mie instan, dan 3 liter minyak goreng ini.
“Setelah kita saring melalui pendataan RT/RW. Jumlah KK, 415.280. Setelah disaring lagi, ada 260 ribu KK,” kata Jefridin saat ditemui di Alun-alun Engku Putri Batam Centre, Batam, Kamis (16/04).
Dari jumlah tersebut, dengan perkiraan biaya satu paket sembako sekitar Rp 300 ribu.
Maka akan membutuhkan dana sekitar Rp. 72 miliar per bulan.
Jefridin melanjutkan, Pemko Batam sendiri, menargetkan bisa memberikan layanan bantuan sembako ini bisa berjalan sampai 6 bulan ke depan. Dimana anggaran yang dipakai akan dibagi antara Pemko Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Secara teknis, mereka yang terdata sebagai penerima bantuan, nantinya akan dihubungi perangkat RT/RW. Hal itu dilakukan agar pembagian ini sesuai dengan protokol kesehatan yang tidak membolehkan adanya kerumunan.
Ketersediaan sembako sendiri, saat ini tengah diupayakan Pemko Batam bersama distributor. Ditargetkan bahan pokok utama yang akan diberikan bisa datang dalam waktu kurang dari sebulan, sehingga masyarakat yang terdampak bisa segera menerima bantuan.
*(Bob/GoWestId)


