Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Tumpukan Sampah di Botania Garden, DLH Batam Kekurangan Petugas
    23 menit lalu
    Dugaan Pencurian Meteran Air di Perumahan KDA Batam Kota
    30 menit lalu
    KPK Masih Telusuri Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3 Kemenaker di Batam
    40 menit lalu
    Hari Sabtu (16/05/26), BMKG Hang Nadim Perkirakan Hujan Merata di Wilayah Kepri
    13 jam lalu
    Akibat Hujan Deras dan Penyumbatan Drainase, Batu Aji Kerap Tergenang Air
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Nelayan Bintan Unjuk Rasa Tolak Sedimentasi Pasir Laut
    3 hari lalu
    Niat Baik, Jangan Sampai Bikin Bingung
    3 hari lalu
    Disdik Batam Mau Rehab Sekolah dan Bangun Ruang Kelas Baru Tahun Ini
    3 hari lalu
    Mendikdasmen Tinjau Pelaksanaan Digitalisasi Pendidikan dan MBG di Batam
    4 hari lalu
    FLS3N dan O2SN untuk Bakat Non-Akademik Siswa Digelar di Batam
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    2 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    2 minggu lalu
    Pulau Pecong, Batam
    3 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

“Jam ke Jam Genting Pada 1 Oktober 1965”

Editor Admin 5 tahun lalu 2.2k disimak

Pagi-pagi sekali hari ini terjadi kesibukan luar biasa di Markas Kostrad di Jalan Merdeka Timur, Jakarta. Panglima Kostrad, Mayjen. Soeharto, beserta stafnya sedang mengadakan pembahasan dan penilaian atas terjadinya penculikan terhadap sejumlah perwira AD beberapa jam yang lalu.

————

Jakarta, 1 Oktober 1965

SEMENTARA itu, pada pukul 7.20 pagi, melalui RRI, Letkol. Untung mengeluarkan sebuah pengumuman dari apa yang dinamakan Gerakan Tiga Puluh September.

Dalam pengumuman tersebut, Untung menyatakan bahwa gerakan yang dipimpinnya itu ditujukan kepada para jenderal, yang disebutnya “Dewan Jenderal”, yang bermaksud jahat terhadap Republik Indonesia dan Presiden Soekarno.

Dengan demikian, menurut Untung, gerakannya bermaksud untuk menyelamatkan Presiden.

Lebih jauh Untung mengumumkan bahwa sebagai tindak lanjut dari gerakannya, maka akan dibentuk suatu “Dewan Revolusi Indonesia” dan disusul oleh “Dewan Revolusi Daerah”.

Pada pukul 9.00 pagi RRI menyiarkan Perintah Harian Menpangau, Laksdya. Omar Dhani. Dalam perintah hariannya, Menpangau mengatakan bahwa “pada tanggal 30 September 1965 malam telah diadakan gerakan oleh Gerakan Tiga Puluh September, untuk mengamankan dan menye­lamatkan Revolusi dan Pemimpin Besar Revolusi terhadap subversi CIA.

Dengan demikian, telah diadakan pembersihan didalam tubuh AD dari anasir-anasir yang didalangi oleh subversi asing dan yang membahayakan Revolusi Indonesia”. Selanjutnya diumumkan juga bahwa AURI akan menyokong gerakan tersebut.

Sekitar pukul 13.00 RRI menyiarkan pula Dekrit No. 1 Gerakan Tiga Puluh September, yaitu tentang Pembentukan Dewan Revolusi Indonesia oleh Letkol. Untung.

Dalam dekrit tersebut dikatakan bahwa Dewan Revolusi merupakan sumber dari segala kekuasaan negara, dan semua anggota tentara yang pangkatnya di atas letnan kolonel diturunkan menjadi letnan kolonel.

Pangkostrad Mayjen. Soeharto mengadakan dua kali rapat staf hari ini, yaitu pukul 10.00 dan pukul 14.00. Dalam rapat tersebut Mayor Jenderal Soeharto menjelaskan secara pasti bahwa gerakan pimpinan Letkol.

“Untung ini pasti didalangi oleh PKI”.

Letkol. Untung pernah menjadi salah satu komandan kompi Batalyon 444 Resimen XV Solo dimana Soeharto waktu itu menjadi Komandan Resimennya.

Dikatakan oleh Mayor Jenderal Soeharto bahwa di masa revolusi, Letkol. Untung adalah seorang tentara yang dibina dan dididik menjadi kader komunis oleh tokoh komunis Indonesia, Alimin.

Dengan demikian jelas bahwa Gerakan Tiga Puluh September merupakan suatu kup oleh PKI. Gerakan Tiga Puluh September ini tampaknya sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.

Untuk itu PKI telah mematangkan situasi, antara lain dengan gerakan-gerakan politik yang bertujuan untuk menghancurkan kekuatan-kekuatan nasional, yang diperkirakan akan menghalangi maksud-maksud politik partai komunis tersebut. Di samping itu, PKI juga melakukan apa yang dikenal sebagai aksi-aksi sepihak di daerah-daerah.

Misalnya penyerangan terhadap umat Islam di Kediri oleh anggota-anggota BTI dan Pemuda Rakyat, yang dikenal dengan peristiwa Kanigoro.

Contoh lainnya adalah Peristiwa Jengkol di Jawa Barat, dan Peristiwa Bandar Betsy di Tanjung Morawa, Sumatera Utara, yang menewaskan Peltu. Sudjono.

Untuk memberitahukan keadaan darurat ini, Mayor Jenderal Soeharto kemudian menelepon para panglima angkatan. Secara langsung Mayjen. Soeharto berbicara dengan Pangal Laksamana Madya (L) RE Martadinata, Pangak Komjen. (Pol) Sutjipto Judodihardjo dan Deputi Operasi AU Komodor (U) Leo Wattimena.

Dalam pembicaraan telepon itu Jenderal Soeharto juga memberitahukan bahwa untuk sementara Pimpinan Angkatan Darat dipegang olehnya, dan meminta agar jangan mengadakan gerakan pasukan tanpa sepengetahuan Pangkostrad.

Selanjutnya Mayor Jenderal Soeharto meminta Presiden Soekarno yang berada di Halim Perdana Kusuma untuk meninggalkan pangkalan AURI itu sebelum jam 12 malam. Pesan kepada Presiden Soekarno ini disampaikan Mayor Jenderal Soeharto melalui Ajudan Presiden, Kolonel Bambang Widjanarko, yang menemuinya di markas Kostrad siang ini untuk melaporkan keadaan Presiden.

Pukul 18.30, Mayien.Soeharto memerintahkan pasukan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo untuk merebut kembali studio RRI dan gedung telekomunikasi.

Pada saat ini Jenderal Nasution, yang lolos dari pembantaian G-30-S/PKI, keluar dari persembunyiannya dan bergabung dengan Jenderal Soeharto di markas Kostrad.

Sekitar jam 19.00, kedua gedung vital tersebut berhasil dikuasai tanpa perlawanan dari pemberontak. Segera sesudah itu, Mayjen. Soeharto menyampaikan pengumuman melalui RRI yang antara lain menegaskan bahwa Gerakan Tiga Puluh September adalah gerakan kontra-revolusioner yang hendak merebut kekuasaan negara.

Presiden Soekarno meninggalkan pangkalan Halim menuju Istana Bogor pada jam 23.30 malam. (DTS)

(*)

———————-

[1] Dikutip dari buku “Jejak Langkah Pak Harto 01 Oktober 1965 – 27 Maret 1968”, hal 5-6. Buku ini ditulis oleh Team Dokumentasi Presiden RI, Editor: G. Dwipayana & Nazarudin Sjamsuddin dan diterbitkan PT. Citra Kharisma Bunda Jakarta Tahun 2003

Kaitan 1 Oktober 1965, g30s pki, histori, Mayjend Soeharto, RRI, sejarah
Admin 1 Oktober 2021 1 Oktober 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Batam Digelar Virtual
Artikel Selanjutnya DPRD dan Pemko Batam Sepakat Lanjutkan Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

APA YANG BARU?

Tumpukan Sampah di Botania Garden, DLH Batam Kekurangan Petugas
Artikel 23 menit lalu 35 disimak
Dugaan Pencurian Meteran Air di Perumahan KDA Batam Kota
Artikel 30 menit lalu 56 disimak
KPK Masih Telusuri Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3 Kemenaker di Batam
Artikel 40 menit lalu 83 disimak
Hari Sabtu (16/05/26), BMKG Hang Nadim Perkirakan Hujan Merata di Wilayah Kepri
Artikel 13 jam lalu 109 disimak
Akibat Hujan Deras dan Penyumbatan Drainase, Batu Aji Kerap Tergenang Air
Artikel 1 hari lalu 103 disimak

POPULER PEKAN INI

Cuaca Batam Berawan, Potensi Hujan Petir (10–11 Mei 2026)
Artikel 6 hari lalu 834 disimak
“Makam Bukit Batu dan Kehidupan di Alur Sungai Rocoh Bintan”
Histori 6 hari lalu 789 disimak
MAN Insan Cendekia Batam Juara 1 LCC Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kepri
Pendidikan 6 hari lalu 743 disimak
Maung Bandung Come Back, Tekuk Macan Kemayoran 2-1
Sports 6 hari lalu 605 disimak
Pertamax 92 Langka di Batam, Pertamina; Akibat Kendala Sandar Kapal
Artikel 6 hari lalu 580 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?