KEBAKARAN yang menimpa salah satu apartemen tertinggi di Batam, Pollux Habibie, Rabu (12/10) pukul 22.10 WIB mengejutkan warga Batam. Musibah tersebut diduga terjadi karena adanya korsleting listrik.
“Ada dua titik api, yakni di bagian tengah gedung yang berfungsi sebagai ruang evakuasi serta titik darurat, dan pada bagian rooftop (atap),” kata Deputi General Manager (GM) Pollux Habibie, Baskoro, Kamis (13/10).
Ia kemudian menjelaskan bahwa titik api di bagian tengah gedung yang memiliki 55 lantai tersebut, bukan bagian dari rembetan titik api pada rooftop, begitu juga sebaliknya.
Titik api tersebut langsung diatasi dengan cepat oleh sekuriti dan damkar. “Mereka tangani dan selesai,” imbuhnya.
Baskoro juga menjelaskan bahwa gedung yang terbakar tersebut belum beroperasi, sehingga tidak ada penghuni di dalamnya.
Kebakaran mendadak tersebut sempat menimbulkan kepanikan terhadap penghuni lain. Mereka berhamburan keluar dari gedungnya masng-masing.
“Kami juga beri pemahaman dan kasih pesan ke mereka. Sempat ada juga pemadaman listrik, tapi itu merupakan standarnya, dimana saat ada kebakaran, semua listrik langsung dimatikan,” jelasnya.
“Tower yang terbakar (tower 5) ini belum siap. Mengenai proses penanganannya, lebih tepat dengan tim damkar, bagaimana investigasinya,” ucapnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Batam, Azman mengatakan, selama proses pemadam menurutnya takada kendala.
“Alhamdulillah bisa kita kendalikan, cuma tadi memang sempat ada api lagi karena ada pipa yang terbakar, jadi dia meleleh. Tapi berhasil kita atasi takada rembetan,” kata dia.
Saat ini terkait penyebab pasti kebakaran tersebut masih di dalami oleh pihak kepolisian (leo).


