Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bentrokan Lahan Pulau Setokok, Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Baru
    1 jam lalu
    Tagih Janji 18 September, Ratusan Buruh PT Ghimli Datangi Kembali Pemko Batam
    4 jam lalu
    Tarif Parkir Tahunan Batam Dipangkas 50 Persen, Ini Daftar Harga Terbarunya
    6 jam lalu
    Dua Kebakaran Lahan Melahap 2,5 Hektare Area di Bintan Timur
    13 jam lalu
    Makamnya Dibongkar, Jasad Bayi Hilang Di Gunung Lengkuas
    13 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    13 jam lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    2 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    2 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    2 hari lalu
    Langsing dengan Tiga Cara Nyantai: Murah, Tanpa Ribet, Tanpa Siksaan
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    10 jam lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    4 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Encik M. Apan (Bupati ke-1 Kepulauan Riau)

Editor Admin 1 tahun lalu 2.2k disimak
Encik M. Apan (Bupati ke-1 Kepulauan Riau). F. Pemkab Bintan.Disediakan oleh GoWest.ID
  • Nama : Encik M. Apan/ Muhammad Apan
  • Jabatan : Bupati ke-1 kabupaten Kepulauan Riau. (sebelum pemekaran wilayah Kepulauan Riau sebagai provinsi)
  • Masa Jabatan: 15 Mei 1954 – 31 Juli 1955

ENCIK M. Apan merupakan Bupati kabupaten Kepulauan Riau (kini menjadi kabupaten Bintan, pen) pertama. Ia menjabat mulai 15 Mei 1954 – 31 Juli 1955.

Daftar Isi
Kehidupan PribadiBerita District Van Bintan

Ia merupakan bupati kepala daerah tingkat II yang pertama di wilayah tersebut. Selama masa jabatannya, Encik M. Apan berperan dalam pengembangan awal pemerintahan daerah di Kepulauan Riau di awal-awal masa kemerdekaan Indonesia.

Di masa jabatannya, kabupaten Kepulauan Riau masih masuk dalam wilayah provinsi Sumatera Tengah yang beribukota di Bukit Tinggi. Gubernur Sumatera Tengah saat masa jabatan Encik M. Apan di kabupaten Kepulauan Riau adalah Ruslan Muljohardjo yang menjabat sebagai gubernur Sumatera Tengah kedua pada rentang 1951 – 1958.

Encik M. Apan, dikenal juga sebagai Muhammad Apan, sebelumnya menjabat sebagai ketua Dewan Riau (Riauw Raad) di tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia. Dewan Riau (Riauw Raad) merupakan sebuah lembaga dewan rakyat yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda, di tengah dinamika politik paska proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Sebuah laporan berita dari The Straits Times Singapura terbitan bulan Mei 1948, Muhammad Apan yang saat itu berada di Singapura untuk mengantarkan salah satu anggota dewan Riau asal Belanda pulang kembali ke negerinya, menyebut rakyat Riau gembira dengan status otonom yang ada.

Kliping artikel tentang Encik M. Apan/Muhammad Apan yang memberi pernyataan tentang status otonom wilayah Riau paska kemerdekaan RI. © Straits Times edisi Mei 1948/ disediakan oleh GoWest.ID

Kehidupan Pribadi

ENCIK Muhammad Apan atau Muhammad Apan berasal dari pulau Penyengat. Leluhurnya secara turun temurun menjabat sebagai Syahbandar di zaman kolonial Belanda. Ayahnya bernama Encik Mohammad Cik Ibni Datik Syahbandar Encik Ibrahim.

Sejarahwan Kepri, Aswandi Syahri mencatat, Muhammad Apan bekerja sebagai seorang G.A.I.B (pegawai pemerintah kolonial Belanda yang memegang kuasa atas pribumi) di kantor residen Riaow di Tanjungpinang pada dekade 1930-an. Ia juga pernah bekerja di kantor residen Riauw di pulau Penyengat.

Encik Muhammad Apan (paling kanan) bersama keluarga dalam sebuah kunjungan di Bandung dekade 1940-an. © F. Dok pribadi Aswandi Syahri via jantungmelayu.co/ disediakan oleh GoWest.ID

Pada awal proklamasi kemerdekaan, Muhammad Apan punya peran yang tidak sedikit sebagai tokoh pergerakan dari Kepulauan Riau. Ia dipercaya memegang posisi sebagai ketua Dewan Rakyat Riau (Riauw Raad).

Berita District Van Bintan

MERUPAKAN sebuah kajian tentang perkembangan adat dan sosio politik masyarakat Kepulauan Riau (Riauw Archipelago, pen) yang ditulis oleh Muhammad Apan saat ia bertugas sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda di tahun 1934.

Berita District Van Bintan oleh Muhammad Apan. © F. Aswandi Syahri via jantungmelayu.co/ disediakan oleh GoWest. ID

Naskah tersebut berbentuk laporan penelitian. Muhammad Apan menyebut laporannya sebagai penyelidikan dengan tujuan untuk menjelaskan perihal adat dan struktur sosial politik di district Bintan. Wilayah yang disebut district Bintan sesuai penyelidikannya meliputi : Seluruh wilayah pulau Bintan, pulau Rempang, pulau Galang, pulau Karas, pulau Abang, pulau Mantang, pulau Kelong, pulau Mepar dan lain sebagainya.

Budayawan dan Sejarahwan Hasan Junus dalam katalog tentang Naskah dan Buku Buku lama Riau Lingga (1998 – Tidak terbit) memperkirakan Berita District Van Bintan ditulis untuk kepentingan promosi kenaikan pangkat penulisnya. Perkiraan ini tidak salah mengingat saat menulis “penyelidikannya”, Muhammad Apan bertugas sebagai seorang pegawai pemerintah Kolonial Belanda yang bertugas di Tanjungpinang.

Laporan “Berita District Van Bintan” oleh Muhammad Apan ini banyak memanfaatkan sumber sejarah Melayu seperti hikayat-hikayat, manuskrip sejarah raja-raja Bugis, arsip-arsip dan surat perjanjian antara kerajaan Riau Lingga dan Pemerintah kolonial Belanda (Muhammad Apan menyebutnya sebagai : ‘Firman-Firman’). Ia juga mewawancarai sedikitnya 24 orang untuk laporan penyelidikannya tersebut.

Ia tidak hanya mewawancarai para elit kerajaan di pulau Penyengat seperti Raja Haji Ahmad, Raja Haji Sulaiman (Imam masjid Penyengat kala itu, pen), Encik Tahir (bekas kepala Balai Penyengat) dan Said Muhammad (Bekas penghulu Sembetap Pawai Raja). Tapi juga mewawancarai para tokoh dan tetua suku dan orang laut seperti Batin Kundang di Sebong Pereh, Munsa juru di Pelangka, Hakim Tjabuk di pulau Mantang, Batin Uyub di Kelong (Bintan), Batin Busu di Teluk Bakau (Bintan), Batin Dagang di pulau Karas dan Batin Ogek di pulau Mantang.

“Sebagai sebuah penelitian ilmiah, Berita District Van Bintan adalah bahan sumber yang kaya dan penting bagi siapa saja yang bertekun-tekun meneliti aspek hukum, adat dan sistem pemerintahan tradisi dalam masyarakat Kepulauan Riau di masa lalu”, sebut Aswandi Syahri.

(ham)

Kaitan anambas, batam, bintan, bupati, Encik m apan, karimun, kepulauan riau, lingga, natuna, tanjungpinang
Admin 11 April 2025 11 April 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali4
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya PKS Rekomendasikan Rahma-Rizha Maju di Pilwako Tanjungpinang
Artikel Selanjutnya Tingkatkan Daya Saing Dengan SEZ Johor, Kebijakan Fiskal KEK Batam Dievaluasi

APA YANG BARU?

Bentrokan Lahan Pulau Setokok, Polda Kepri Tetapkan 3 Tersangka Baru
Artikel 1 jam lalu 50 disimak
Tagih Janji 18 September, Ratusan Buruh PT Ghimli Datangi Kembali Pemko Batam
Artikel 4 jam lalu 58 disimak
Tarif Parkir Tahunan Batam Dipangkas 50 Persen, Ini Daftar Harga Terbarunya
Artikel 6 jam lalu 35 disimak
Pulau Pandan, Karimun
Wilayah 10 jam lalu 136 disimak
Dua Kebakaran Lahan Melahap 2,5 Hektare Area di Bintan Timur
Artikel 13 jam lalu 133 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 6 hari lalu 498 disimak
Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 4 hari lalu 428 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 5 hari lalu 398 disimak
Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Bertahan di Area Pabrik
Artikel 7 hari lalu 365 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 4 hari lalu 338 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?