Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Lonjakan Kebakaran Hutan di Tanjungpinang Saat Musim Kemarau
    6 jam lalu
    Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi
    6 jam lalu
    Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan Jembatan dan Pembangunan SMK di Bengkong
    6 jam lalu
    Perdagangan Luar Negeri Batam Awal 2026: Ekspor Menurun, Impor Naik
    6 jam lalu
    Bocah SD di Batam Jadi Korban Tabrak Lari, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
    6 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    2 hari lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    4 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    6 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    6 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Tokoh

Encik M. Apan (Bupati ke-1 Kepulauan Riau)

Editor Admin 12 bulan lalu 2k disimak
Encik M. Apan (Bupati ke-1 Kepulauan Riau). F. Pemkab Bintan.Disediakan oleh GoWest.ID
  • Nama : Encik M. Apan/ Muhammad Apan
  • Jabatan : Bupati ke-1 kabupaten Kepulauan Riau. (sebelum pemekaran wilayah Kepulauan Riau sebagai provinsi)
  • Masa Jabatan: 15 Mei 1954 – 31 Juli 1955

ENCIK M. Apan merupakan Bupati kabupaten Kepulauan Riau (kini menjadi kabupaten Bintan, pen) pertama. Ia menjabat mulai 15 Mei 1954 – 31 Juli 1955.

Daftar Isi
Kehidupan PribadiBerita District Van Bintan

Ia merupakan bupati kepala daerah tingkat II yang pertama di wilayah tersebut. Selama masa jabatannya, Encik M. Apan berperan dalam pengembangan awal pemerintahan daerah di Kepulauan Riau di awal-awal masa kemerdekaan Indonesia.

Di masa jabatannya, kabupaten Kepulauan Riau masih masuk dalam wilayah provinsi Sumatera Tengah yang beribukota di Bukit Tinggi. Gubernur Sumatera Tengah saat masa jabatan Encik M. Apan di kabupaten Kepulauan Riau adalah Ruslan Muljohardjo yang menjabat sebagai gubernur Sumatera Tengah kedua pada rentang 1951 – 1958.

Encik M. Apan, dikenal juga sebagai Muhammad Apan, sebelumnya menjabat sebagai ketua Dewan Riau (Riauw Raad) di tahun-tahun awal kemerdekaan Indonesia. Dewan Riau (Riauw Raad) merupakan sebuah lembaga dewan rakyat yang dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda, di tengah dinamika politik paska proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jakarta.

Sebuah laporan berita dari The Straits Times Singapura terbitan bulan Mei 1948, Muhammad Apan yang saat itu berada di Singapura untuk mengantarkan salah satu anggota dewan Riau asal Belanda pulang kembali ke negerinya, menyebut rakyat Riau gembira dengan status otonom yang ada.

Kliping artikel tentang Encik M. Apan/Muhammad Apan yang memberi pernyataan tentang status otonom wilayah Riau paska kemerdekaan RI. © Straits Times edisi Mei 1948/ disediakan oleh GoWest.ID

Kehidupan Pribadi

ENCIK Muhammad Apan atau Muhammad Apan berasal dari pulau Penyengat. Leluhurnya secara turun temurun menjabat sebagai Syahbandar di zaman kolonial Belanda. Ayahnya bernama Encik Mohammad Cik Ibni Datik Syahbandar Encik Ibrahim.

Sejarahwan Kepri, Aswandi Syahri mencatat, Muhammad Apan bekerja sebagai seorang G.A.I.B (pegawai pemerintah kolonial Belanda yang memegang kuasa atas pribumi) di kantor residen Riaow di Tanjungpinang pada dekade 1930-an. Ia juga pernah bekerja di kantor residen Riauw di pulau Penyengat.

Encik Muhammad Apan (paling kanan) bersama keluarga dalam sebuah kunjungan di Bandung dekade 1940-an. © F. Dok pribadi Aswandi Syahri via jantungmelayu.co/ disediakan oleh GoWest.ID

Pada awal proklamasi kemerdekaan, Muhammad Apan punya peran yang tidak sedikit sebagai tokoh pergerakan dari Kepulauan Riau. Ia dipercaya memegang posisi sebagai ketua Dewan Rakyat Riau (Riauw Raad).

Berita District Van Bintan

MERUPAKAN sebuah kajian tentang perkembangan adat dan sosio politik masyarakat Kepulauan Riau (Riauw Archipelago, pen) yang ditulis oleh Muhammad Apan saat ia bertugas sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda di tahun 1934.

Berita District Van Bintan oleh Muhammad Apan. © F. Aswandi Syahri via jantungmelayu.co/ disediakan oleh GoWest. ID

Naskah tersebut berbentuk laporan penelitian. Muhammad Apan menyebut laporannya sebagai penyelidikan dengan tujuan untuk menjelaskan perihal adat dan struktur sosial politik di district Bintan. Wilayah yang disebut district Bintan sesuai penyelidikannya meliputi : Seluruh wilayah pulau Bintan, pulau Rempang, pulau Galang, pulau Karas, pulau Abang, pulau Mantang, pulau Kelong, pulau Mepar dan lain sebagainya.

Budayawan dan Sejarahwan Hasan Junus dalam katalog tentang Naskah dan Buku Buku lama Riau Lingga (1998 – Tidak terbit) memperkirakan Berita District Van Bintan ditulis untuk kepentingan promosi kenaikan pangkat penulisnya. Perkiraan ini tidak salah mengingat saat menulis “penyelidikannya”, Muhammad Apan bertugas sebagai seorang pegawai pemerintah Kolonial Belanda yang bertugas di Tanjungpinang.

Laporan “Berita District Van Bintan” oleh Muhammad Apan ini banyak memanfaatkan sumber sejarah Melayu seperti hikayat-hikayat, manuskrip sejarah raja-raja Bugis, arsip-arsip dan surat perjanjian antara kerajaan Riau Lingga dan Pemerintah kolonial Belanda (Muhammad Apan menyebutnya sebagai : ‘Firman-Firman’). Ia juga mewawancarai sedikitnya 24 orang untuk laporan penyelidikannya tersebut.

Ia tidak hanya mewawancarai para elit kerajaan di pulau Penyengat seperti Raja Haji Ahmad, Raja Haji Sulaiman (Imam masjid Penyengat kala itu, pen), Encik Tahir (bekas kepala Balai Penyengat) dan Said Muhammad (Bekas penghulu Sembetap Pawai Raja). Tapi juga mewawancarai para tokoh dan tetua suku dan orang laut seperti Batin Kundang di Sebong Pereh, Munsa juru di Pelangka, Hakim Tjabuk di pulau Mantang, Batin Uyub di Kelong (Bintan), Batin Busu di Teluk Bakau (Bintan), Batin Dagang di pulau Karas dan Batin Ogek di pulau Mantang.

“Sebagai sebuah penelitian ilmiah, Berita District Van Bintan adalah bahan sumber yang kaya dan penting bagi siapa saja yang bertekun-tekun meneliti aspek hukum, adat dan sistem pemerintahan tradisi dalam masyarakat Kepulauan Riau di masa lalu”, sebut Aswandi Syahri.

(ham)

Kaitan anambas, batam, bintan, bupati, Encik m apan, karimun, kepulauan riau, lingga, natuna, tanjungpinang
Admin 11 April 2025 11 April 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali4
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya PKS Rekomendasikan Rahma-Rizha Maju di Pilwako Tanjungpinang
Artikel Selanjutnya Tingkatkan Daya Saing Dengan SEZ Johor, Kebijakan Fiskal KEK Batam Dievaluasi

APA YANG BARU?

Lonjakan Kebakaran Hutan di Tanjungpinang Saat Musim Kemarau
Artikel 6 jam lalu 81 disimak
Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi
In Depth 6 jam lalu 72 disimak
Pemko Batam Prioritaskan Pelebaran Jalan Jembatan dan Pembangunan SMK di Bengkong
Artikel 6 jam lalu 72 disimak
Perdagangan Luar Negeri Batam Awal 2026: Ekspor Menurun, Impor Naik
Artikel 6 jam lalu 78 disimak
Bocah SD di Batam Jadi Korban Tabrak Lari, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Artikel 6 jam lalu 79 disimak

POPULER PEKAN INI

Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 3 hari lalu 363 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 6 hari lalu 282 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 6 hari lalu 263 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 6 hari lalu 261 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 6 hari lalu 254 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?