Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pengesahan Ranperda PSU Ditunda, Tim Pansus DPRD Batam Minta Tambahan Waktu
    11 jam lalu
    Penutupan Jalan Jembatan Sei Ladi Masih Sebatas Wacana dan Kajian
    11 jam lalu
    BP Batam Bagi-bagi Penghargaan Kepada Mitra Strategis Pendukung Investasi
    13 jam lalu
    Speedboat Tanpa Crew Bawa 1,12 Jt Batang Rokok Ilegal Diamankan BC Batam
    14 jam lalu
    Kapal Terbalik Dihempas Ombak, 2 Orang Nelayan Selamat
    16 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Dua Karakter Berbeda Orangtua
    3 hari lalu
    Aktifitas Kelompok Budidaya Laut Biru di Bintan
    3 hari lalu
    Bassist God Bless, Donny Fattah Gagola Meninggal Dunia
    1 minggu lalu
    Larangan Akses Digital untuk Anak di Bawah 16 Tahun
    1 minggu lalu
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    3 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    5 hari lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    3 minggu lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    1 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    1 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Balai Karantina Kepri Akan Cek Mutu dan Kelayakan Bawang Buangan di Melcem Batam

Editor Redaksi 5 bulan lalu 321 disimak
Warga tengah memungut dan mengumpulkan bawang merah dan bawang bombay yang dibuang dikawasan Melcem, Batu Ampar, beberapa waktu lalu. F/ Dok. Gowest.id

RAMAINYA pemberitaan terkait warga yang ramai memungut buangan bawang merah dan bawang bombay di kawasan Melcem, Batu Ampar, Batam, menarik perhatian pihak Balai Karantina Provinsi Kepri.

Keterangan resmi dari pihak Balai Karantina, memastikan tumpukan bawang yang viral dan menghebohkan tersebut, bukan produk impor resmi.

Barang itu dipastikan tidak tercatat dalam sistem karantina dan tidak melalui prosedur pemeriksaan sebagaimana mestinya.

Menurut Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Kepri, Holland Tambunan, setiap komoditas pertanian yang masuk ke wilayah Indonesia wajib menjalani proses karantina untuk memastikan keamanan dan kesehatannya.

“Kalau importir resmi, mereka wajib melapor ke karantina terlebih dahulu. Kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan komoditas tersebut dinyatakan sehat,” jelas Holland dalm keteranganya, Selasa (28/10/2025).

Holland menjelaskan, proses karantina memiliki sejumlah persyaratan penting. Setiap bawang impor harus disertai dokumen lengkap, mulai dari Phytosanitary Certificate, Certificate of Analysis hingga prior notice dari Badan Karantina.

“Setelah semua syarat dipenuhi, barulah dilakukan pemeriksaan oleh petugas karantina. Kalau dinyatakan sehat dan aman, komoditas bisa dipasarkan. Jika tidak, akan dilakukan pemusnahan,” katanya.

Namun, hingga kini pihak Karantina Kepri belum menerima laporan resmi terkait keberadaan bawang-bawang yang dibuang di Batam tersebut. Barang itu tidak terdaftar di sistem karantina, sehingga bisa dipastikan tidak melalui prosedur resmi.

Ia menambahkan, indikasi kuat menunjukkan bawang-bawang itu merupakan hasil pemasukan ilegal yang tidak memiliki izin dan tidak melalui pemeriksaan karantina.

Menurutnya, setiap komoditas yang masuk tanpa izin memiliki potensi besar membawa penyakit tanaman dari luar negeri.

“Bawang yang tidak dikarantina bisa saja membawa organisme pengganggu tumbuhan, seperti cendawan atau bakteri. Kalau sampai masuk dan menyebar, ini bisa merusak tanaman lain dan mengancam pertanian nasional,” katanya.

Selain membahayakan tanaman, kata Holland, komoditas ilegal juga berisiko bagi kesehatan manusia. Proses penyimpanan yang tidak terkontrol serta kemungkinan adanya kontaminasi membuat barang semacam itu tidak layak dikonsumsi.

“Masyarakat harus berhati-hati. Bawang itu bukan hanya persoalan pangan, tapi juga media pembawa penyakit tanaman yang berbahaya. Jangan diambil, jangan dijual, apalagi dikonsumsi. Karena bawang yang tidak melalui karantina belum tentu aman bagi manusia dan lingkungan,” katanya.

Pihaknya belum dapat melakukan penelusuran langsung ke lokasi karena kawasan Melcem bukan merupakan titik pemasukan resmi barang impor.

Jika ditemukan barang berisiko seperti bawang impor ilegal di pelabuhan resmi, Karantina Kepri biasanya akan melakukan pemusnahan di fasilitas khusus yang berlokasi di Tamiang.

“Kalau barang terbukti mengandung organisme pengganggu tumbuhan yang belum ada di Indonesia, kita lakukan pemusnahan di sana. Itu bentuk cegah tangkal karantina untuk melindungi negeri ini,” ujar Holland.

Akan tetapi, setiap bentuk pemusnahan di luar fasilitas resmi dianggap tidak sesuai ketentuan. Pihak karantina berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama masyarakat di daerah perbatasan seperti Batam.

Balai Karantina Kepri akan terus memperkuat pengawasan terhadap komoditas pertanian yang masuk melalui pelabuhan resmi di Batam dan wilayah Kepri lainnya.

“Kami bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan tidak ada barang pertanian ilegal yang lolos tanpa pemeriksaan. Ini upaya kami menjaga kesehatan manusia, kelestarian lingkungan, dan ketahanan pangan nasional,” kata dia.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, beberpa hari terakhir warga Batam sempat dihebohkan dengan penemuan tumpukan ratusan karung bawang merah dan bawang bombay di kawasan Melcem, Batu Ampar.

Sampai dengan saat ini belum diketahui siapa pemilik dan siapa yang membuang barang-barang tersebut. (*)

Kaitan Balai karantina, batam, Bawang bombay, Bawang Merah, Kota Batam, top
Redaksi 29 Oktober 2025 29 Oktober 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pertamax 92 Langka, Warga Terpaksa Beli Pertamax Turbo
Artikel Selanjutnya Terkait Ijin Tinggal, WNA Manager THM Panda Club Diamankan Kantor Imigrasi Batam

APA YANG BARU?

Pengesahan Ranperda PSU Ditunda, Tim Pansus DPRD Batam Minta Tambahan Waktu
Artikel 11 jam lalu 78 disimak
Penutupan Jalan Jembatan Sei Ladi Masih Sebatas Wacana dan Kajian
Artikel 11 jam lalu 76 disimak
BP Batam Bagi-bagi Penghargaan Kepada Mitra Strategis Pendukung Investasi
Artikel 13 jam lalu 91 disimak
Speedboat Tanpa Crew Bawa 1,12 Jt Batang Rokok Ilegal Diamankan BC Batam
Artikel 14 jam lalu 89 disimak
Kapal Terbalik Dihempas Ombak, 2 Orang Nelayan Selamat
Artikel 16 jam lalu 83 disimak

POPULER PEKAN INI

Kebijakan Pembebasan PBB-P2 bagi Veteran dan Pensiunan di Batam
Artikel 5 hari lalu 222 disimak
Lonjakan Harga Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran 2026
Artikel 5 hari lalu 206 disimak
Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
Statistik 5 hari lalu 187 disimak
Seorang Anggota TNI AL Tewas Saat Mengikuti Ospek di KRI Kujang-642 Bintan
Artikel 6 hari lalu 184 disimak
Sambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir Keliling
Artikel 3 hari lalu 181 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?