PARTAI Golkar Kepri memiliki terobosan baru dalam membangkitkan semangat wirausaha muda, yakni Golkar Young Entrepreneur (GYE) dengan tema “Ayo Jadi Pengusaha”. Program ini dibentuk untuk membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
“Saya mempersembahkan GYE Ayo Jadi Pengusaha, suatu program yang saya akan rasa akan besar gaungnya dan banyak partisipannya. Program ini bertujuan untuk melahirkan pengusaha muda tangguh, inovatif dan hebat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kepri, Achmad Makruf Maulana, Rabu (1/6) di Hotel Aston Batam.
Persyaratan untuk mengikuti program ini sangat mudah dan terbuka bagi milenial se-Kepri dengan rentang usia 18-27 tahun.
“Selanjutnya tinggal mengirimkan proposal usaha, dimana harus berisikan ide-ide usaha hasil pemikiran yang inovatif dan tentunya orisinil,” imbuhnya.
Untuk lebih lanjut, proposal usaha tersebut dapat dikirim langsung ke setiap kantor DPD 2 Golkar yang berada di kota atau kabupaten se-Kepri sesuai domisili peserta.
“Intinya untuk pendaftaran nanti akan langsung dilakukan di masing-masing 7 kabupaten dan kota se-Kepri,” tambahnya.
GYE merupakan seleksi menentukan proposal usaha terbaik, sehingga hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan.
“Hadiahnya total Rp 500 juta dalam bentuk modal usaha. Intinya proses seleksi dan diverifikasi akan berlangsung selama 3 bulan. Selama waktu itu, kita akan seleksi dan kaji ide dan proposal usaha mana yang realisasinya tepat dan dapat bertahan. Karena harapan kita, ide usaha yang nanti keluar adalah usaha yang dapat bertahan lama dan tentunya jangka panjang,” ungkapnya.
Kapan program ini diluncurkan sehingga calon peserta bisa mendaftar. Makruf menyebut saat ini ia dan pengurus partai masih dalam tahap mempersiapkan tim.
“Kita butuh tim, karena ini program yang berlangsung relatif panjang. Tim administrasi, tim bagian penyeleksi, dan tim lainnya di kabupaten dan kota perlu ditetapkan dulu. Semuanya harus dipersiapkan secara matang, karena puncak acara nanti hadiah diserahkan oleh Ketum DPP Golkar, Bapak Airlangga Hartarto,” pungkasnya (leo).


