DIREKTORAT Pelayanan Lalulintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam menargetkan penyusunan kuota induk barang penunjang industri selesai pada akhir Januari 2020 ini. Kuota induk ini sejatinya harus diselesaikan segera sehingga tidak menimbulkan gangguan pada proses industri yang ada di Batam.
“Kami diberi waktu sampai akhir Januari untuk kuota induk, semoga bisa selesai,” kata Direktur Pelayanan Lalin dan Penanaman Modal BP Batam, Purnomo Andiantono di Gedung Balairungsari BP Batam pada Kamis (16/1) kemarin.
BP Batam, lanjut dia, sebenarnya telah berkoordinasi dengan para pengusaha untuk segera menyerahkan list barang yang diperlukan untuk masuk dalam kuota induk ini sejak November 2019 lalu. Hanya saja, baru sedikit perusahaan yang berpartisipasi memberikan list kebutuhan mereka, sehingga prosesnya menjadi terhambat.
Dari 800 perusahaan, kata Andiantono, baru sekitar 200 perusahaan saja yang berpartisipasi memberikan kuota kebutuhan mereka. Demikian juga dengan harmonized system (HS) code, saat ini baru ada sekitar 1.900 HS code yang diberikan, padahal pada 2019 lalu BP Batam menerima 2.900 HS code.
“Kita minta partisipasi dari bulan November lalu dari perusahaan, tapi itu juga belum maksimal, mungkin masih dengan kesibukan di akhir tahun,” kata Andiantono.
Terkait dengan list HS code ini, Andiantono menjelaskan kalau besarannya tidak tetap. Bisa lebih banyak atau lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun 2019 lalu, dari 2.900 barang yang masuk dalam list HS code, tidak semuanya terpakai.
Terkait dengan target capaian BP Batam untuk tiga bulan pertama di 2020 ini, Andiantono mengaku belum bisa memberikan informasi secara detail. Akan tetapi ia menjelaskan kalau pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat perihal target tersebut.
“Subdit kami tengah rapat bersama Kemenko (Kementerian Koordinator Perekonomian) di Jakarta. Tentu dari pusat juga akan memberikan target untuk tiga bulan pertama ini,” kata dia lagi.
*(bob/GoWestId)


