Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Udara di Batam Terpantau Kabur dan Berasap, Cuaca Berawan Merata Di Semua Wilayah
    8 jam lalu
    Bentrokan Berdarah di Setokok: 4 Orang Lagi Jadi Tersangka, Total 10 Ditahan
    10 jam lalu
    Proyek Jalan Lingkar Batam: Pengaspalan Bertahap Dimulai Tahun Ini hingga 2029
    20 jam lalu
    Penyelundupan 11,31 Kg Emas ke Singapura Gagal
    21 jam lalu
    Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Indonesia Masih Menggantung
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
    7 jam lalu
    FIFA ASEAN Cup 2026, 10 Pemain Garuda Tahan Imbang Harimau Malaya
    17 jam lalu
    Hujan Belum Cukup Sapu Kabut Asap Karhutla di Batam
    20 jam lalu
    Adat, Etnografi, dan Ekonomi Masyarakat Kepulauan Riau, 1922
    1 hari lalu
    Seorang Janda dan Dua Anak Lelakinya
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    3 jam lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    3 jam lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    1 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    2 minggu lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Candaan Bung Hatta dan Kawan-kawan di Bangka

Editor Admin 4 tahun lalu 687 disimak

SETELAH tiga hari ditawan pasukan Belanda di Gedung Agung Yogyakarta, pada 22 Desember 1948 Wakil Presiden Moh. Hatta bersama Presiden Sukarno, Sutan Sjahrir, Haji Agus Salim, Mr. Assaat, Mr. AG Pringgodigdo, dan Komodor Suryadarma diangkut dengan jip yang dikawal sekelompok serdadu bersenjata lengkap ke Lapangan udara Maguwo (kini Lanud Adisucipto). Mereka semua akan dibuang agar Republik Indonesia “musnah”.

Dari Lapangan udara Maguwo, mereka diangkut menggunakan sebuah pesawat bomber ke arah barat. Usai  singgah sejenak di Lapangan udara Cililitan (kini Lanud Halim Perdanakusuma), penerbangan mereka berlanjut tanpa diketahui tujuannya oleh seorang pun dari para pimpinan “Kiblik” yang ditawan itu.

“Setelah kami naik kembali di bomber, kami lihat bomber itu terus terbang ke barat. Bomber itu mendarat di Pangkal Pinang. Lalu, diberitahukan oleh seorang pejabat orang Belanda bahwa di tempat itu diminta turun tuan-tuan, Mohammad Hatta, Mr. Assaat, Mr. Gafar Pringgodigdo, dan Tuan Suryadarma. Kami empat orang diturunkan di Bangka,” kata Bung Hatta dalam otobiografinya, Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.

Dari Pangkal Pinang, Bung Hatta cs. lalu diangkut ke Muntok. Mereka ditempatkan di sebuah vila di Gunung Menumbing milik perusahaan tambang.

“Gedung peristirahatan itu cukup luas dan bertingkat dua. Di luar gedung itu, di halaman yang sama, terdapat dua bungalow yang kecil, yang rupanya belum selesai dikapur. Waktu kami sampai di atas, sudah menunggu di sana Demang Abidin, Demang Muntok. Di situ ada pula seorang bekas kopral KNIL, orang Jawa. Sesudah ia pensiun ia bekerja pada Bangka Tin sebagai penjaga dan jongos di sana. Kepada kami ditunjukkannya kamar tidur kami,” sambung Bung Hatta.

Setelah diperkenalkan kepada Demang Abidin dan seorang kontrolir Belanda lalu berbasa-basi sesaat, para pemimpin teras republik itu pun menjalani hari-hari pembuangan tanpa teman selain mereka berempat sendiri. Para serdadu pleton penjaga lokasi dilarang keras berkomunikasi apalagi bergaul dengan mereka.
Namun, keterasingan mereka sedikit berkurang dengan bertambahnya kawan dua hari kemudian. Pada 1 Januari 1949, Ali Sastroamidjojo bersama Mr. Moh. Roem mengikuti mereka jadi penghuni rumah pembuangan Bangka.

“Pagi-pagi benar kami diperintahkan untuk turut dengan seorang perwira Belanda naik jeep dan dibawanya kami ke jurusan Maguwo. Dengan cepat kami dimasukkan di dalam pesawat pembom B 26 yang segera terbang meninggalkan Maguwo. Dua orang serdadu kolonial bersenjata dengan sangkur terhunus menjaga kami. Kurang lebih satu setengah jam kemudian kami mendarat di lapangan terbang Bangka. Segera sesudah kami dimasukkan di mobil, maka dengan dikawal oleh sekelompok serdadu-serdadu berbaret merah itu kami dibawa ke Menumbing. Jalannya ke situ meliwati hutan dan kurang lebih 45 menit kemudian kami sampailah di tempat itu. Segera kami melihat Bung Hatta, Mr Assaat, Komodor Suryadarma dan Mr. A.G. Pringgodigdo sudah berada di itu. Mereka menyambut kami dengan gembira,” kenang Ali Sastroamidjojo dalam otobiografinya, Tonggak-Tonggak di Perjalananku.

Selain Bung Hatta yang sempat membawa dua-tiga buah buku, tak ada yang sempat membawa bahan bacaan untuk membunuh waktu. Padahal bacaan tidak disediakan di sana. Radio yang dimiliki komandan pleton pun tidak boleh ikut digunakan oleh para tawanan. Hubungan dengan dunia luar mereka praktis terputus.

Maka, hari-hari Bung Hatta cs. dihabiskan dengan sesekali berdiskusi, mengobrol, dan bermain semata. 

“Kerja kami sehari-hari hanya membaca buku, bermain bridge, dan main catur. Ada pula di situ meja pingpong untuk anak-anak tentara yang menjaga kami, yang juga dapat kami pakai,” kata Bung Hatta.

Namun, Belanda seolah belum puas mengisolir mereka. Isolasi terhadap para tawanan pun ditambah dengan pemasangan kawat berduri di luar dua ruangan yang dipakai para tawanan plus di sekeliling vila. Pengerjaannya selesai pada saat hari kedatangan Ali dan Moh. Roem.

“Jadi penawanan kami menjadi lebih sempurna, karena kami tidak bisa bergerak kecuali di dalam ruangan-ruangan yang dipagari kawat berduri itu. Kami merasa seperti hidup di dalam kerangkeng di kebon binatang. Tetapi itu tidak bisa mempengaruhi semangat kami. Tiap hari kami tetap menjalankan program sehari-sehari, yaitu berdiskusi, bersenda gurau dan tempo-tempo merenung dan ngelamun juga,” kata Ali.

Pada saat bersamaan dengan selesainya pembangunan kawat berduri itu pula anggota Komisi Tiga Negara asal Australia Thomas Critchley tiba di sana untuk menemui Bung Hatta. Keberadaan pagar kawat berduri itu membuat Critchley kaget. Dia  berjanji memprotes upaya tidak manusiawi Belanda itu yang di forum PBB selalu dikatakan Belanda tidak ada.

Alhasil Bung Hatta cs. pun menjadikan adanya pagar kawat berduri itu sebagai bahan candaan mereka. “Korbannya” Mr. Moh. Roem yang akan memimpin delegasi Indonesia dalam Perundingan Roem-Royen yang akan datang.

“Waktu mereka datang, kami permainkan Roem karena ia ketua delegasi Indonesia. ‘Bagaimana Saudara Roem,’ kata kami. ‘Ketua Delegasi dahulu Sjahrir menandatangani Perjanjian Linggarjati bahwa pada 1 Januari 1949 Indonesia Serikat akan merdeka, tetapi sekarang 1 Januari 1949 Ketua Delegasi dikurung oleh Belanda dalam kerangkeng.’ Kami semuanya tertawa gelak-gelak. Juga kontrolir Belanda yang mengantarkan mereka kepada kami,” kenang Bung Hatta.

(*)

Sumber: historia.id


Kaitan belanda, Bung hatta, Pulau Bangka
Admin 16 Oktober 2022 16 Oktober 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Transformasi Poltek Batam ; Dedikasi Untuk Industri” | Ngobrol EveryWhere (Full)
Artikel Selanjutnya KEK Nongsa Digital Park Batam Hadirkan Sekolah Teknologi Digital

APA YANG BARU?

Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
Rupa 3 jam lalu 211 disimak
Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
Tokoh 3 jam lalu 80 disimak
Disdik Kota Batam Kembali Lakukan Kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR)
Pendidikan 7 jam lalu 199 disimak
Udara di Batam Terpantau Kabur dan Berasap, Cuaca Berawan Merata Di Semua Wilayah
Artikel 8 jam lalu 159 disimak
Bentrokan Berdarah di Setokok: 4 Orang Lagi Jadi Tersangka, Total 10 Ditahan
Artikel 10 jam lalu 226 disimak

POPULER PEKAN INI

Iming-Iming “SIM C Tanpa Antre” Berujung Jerat Pidana
Artikel 4 hari lalu 610 disimak
Ancaman Krisis Air, Energi, dan Minimnya Serapan Kerja di Proyek Data Centre Batam
In Depth 4 hari lalu 609 disimak
Perluasan Kolam Retensi Untuk Tekan Titik Banjir di Batam
Lingkungan 4 hari lalu 533 disimak
Mediasi Daerah Dinilai Buntu, Buruh PT Ghim Li Mengadu ke Mabes Polri
Artikel 4 hari lalu 523 disimak
BMKG: Hujan Guyur Batam 3-5 Hari ke Depan, Waspada Cuaca Cepat Berubah
Artikel 6 hari lalu 482 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?