Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Ciri Orang Banyak Hutang di Kantor

nien bagaskara

Terbit

|

BERHUTANG sebenarnya bukan suatu yang salah atau memalukan, kok. Cuma  yang jadi masalah kalau ternyata  hidup seseorang terbuat dari hutang.

Bukan rahasia lagi, hutang kadang diperlukan untuk hal-hal tertentu. Terutama ketika sedang dalam kondisi terdesak.

Meski begitu, ada lho orang yang sebenarnya nggak terdesak tapi mendekatkan diri ke hutang. Orang-orang inilah yang seperti disebut di atas hidupnya terbuat dari hutang itu.

Pakaiannya selalu bermerek. Tongkrongannya di kafe kelas wahid. Gadget selalu up to date. Pokoknya pantas masuk kalangan elite lah.

Tapi itu cuma di permukaan. Di dalamnya, ada virus yang siap menggerogoti tubuhnya pelan-pelan. Sebab, segala kekayaan itu ternyata didapat dari hutang.

Apakah kamu termasuk di antaranya?

Atau ada kawanmu yang kayak gitu?

Semoga nggak ada, ya. Di artikel ini, kami ingin sedikit memberi gambaran buat kamu tentang ciri orang banyak hutang di kantor seperti yang kami sarikan dari duitpintar.com . Berinteraksi dengan orang yang hidupnya dari hutang, sering bikin kesel, lho :

1. Sering “menyepi” pas jam makan siang

Ketika rekan sekerja pada ramai-ramai makan siang, si doi malah menghilang entah ke mana. Pas udah ketemu, ditanya udah makan atau belum, “Udah,” jawabnya.

Tapi ditanya makan di mana, jawabnya kurang jelas, “Warung belakang” atau “Padang situ.” Ternyata, dia mencari tempat sepi di kantor, misalnya pantry atau bahkan toilet.

Selama 10-20 menit, barulah dia kembali ke meja kerja. Usut punya usut, dia sengaja gak makan karena terpaksa ngirit buat bayar cicilan hape, baju, atau apa pun itu.

2. Masih kenyang

Masih kelanjutan jam makan siang, dia mengaku masih kenyang. Karena itulah dia sengaja bertahan di meja kerjanya. Atau dia mengaku masih ada kerjaan.

Kalau cuma kadang-kadang sih nggak ada kecurigaan. Tapi hal ini berlangsung hampir tiap hari. Udah gitu, nanti sekitar pukul 14.00, bikin minuman sereal dua ribuan. Lumayan buat ganjel perut, mungkin begitu pikirannya.

3. Sering waswas di jalan

Di jalan, kita mesti waspada. Apalagi kalau ketemu pengendara ugal-ugalan. Lha kalau yang satu ini, waswas terus.

Was was ketemu debt collector. Matanya selalu berkelana ke sana-kemari. Begitu melihat ada orang yang bertampang serem, buru-buru memacu kendaraannya secepat mungkin.

4. Males angkat telepon

Begitu ringtone telepon seluler bunyi, langsung dimatiin. Atau dibikin silent. Mungkin dia lagi menghindar dari tagihan pihak yang memberi dia utang.

Gak tertutup kemungkinan dia lagi menghindari orang yang lagi mengemis cintanya, sih. Tapi kalau dia udah berkeluarga, masak hampir tiap hari diteleponin.

5. Suka numpang nginep

Namanya teman, kadang ditumpangi menginap nggak apa-apa. Tapi kalau terus-terusan numpang, pasti ada apa-apanya.

Ada kemungkinan dia takut didatangi debt collector karena saking banyak utangnya. Dari kartu kredit sampai leasing kendaraan.

Jadilah rumah atau tempat kosnya dibiarkan mangkrak. Hati-hati, nanti debt collector yang datang ke rumahmu karena ada si doi yang lagi dikejar.

Itulah lima ciri orang banyak utang di kerjaan.

Belum terlambat untuk “bertobat”. Utang itu seperti pisau bermata dua. Kalau salah menggunakannya, bisa-bisa kita yang terluka sendiri.

Karena itulah diperlukan rencana sebelum berutang. Pikirkan dulu, kira-kira berapa utang yang bisa kita tanggung. Cocokkan dengan penghasilan.

Kalau cuma mengejar gaya, hutang sampai ratusan juta juga nggak akan cukup.

Jadi, jangan sampai ciri orang banyak hutang di atas menghinggapi kehidupan kita, ya. **

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook