Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BP Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
    19 jam lalu
    Komisi III DPR RI Soroti Tuntutan Hukuman Mati ABK Kapal Pembawa Sabu
    22 jam lalu
    Siaga Karhutla, BPBD Batam Terima Bantuan Dari BNPB
    1 hari lalu
    MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
    1 hari lalu
    KTP Luar Daerah Tidak Bisa Urus Kartu Kuning di Batam per 1 Maret 2026
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
    1 hari lalu
    Sambut Lebaran 2026, Bandara Hang Nadim Batam Berikan Potongan Tarif 50%
    3 hari lalu
    Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
    4 hari lalu
    Progres Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bintan Terus Berjalan
    5 hari lalu
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    3 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    2 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 minggu lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    1 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

“Dua Poster Sakit Mental”

Di kantor perusahaan internasional

Editor Admin 2 tahun lalu 478 disimak
Ilustrasi, © Foto: Sultan Yohana. Disediakan oleh GoWest.ID

LIMA ruang kantor itu, meriung di lantai 7 itu. Dinding, atap, semuanya serba putih. Dua ruang masing-masing ruang besarnya sekitar selapangan bola voli; berisi meja-meja berpartisi, dengan masing-masing meja berisi komputer dan seorang pegawai.

Oleh : Sultan Yohana


RUANG satu lagi, masih dengan meja dan komputer, namun didesain seperti labolatorium komputer. Satu ruang sempit untuk rapat. Sementara satu ruang lagi, saya tak bisa mendeskripsikannya, karena tak bisa melongok ke dalamnya.

Koridor sempit memisahkan tiap ruang. Seruang tamu kecil, di tengah-tengahnya, berisi seperangkat meja-kursi; berhadap-hadapan dengan pantri yang menyediakan aneka minuman. Tidak banyak hiasan di kantor itu. Boring. Terlalu sederhana untuk kantor sebuah perusahaan besar beromzet triliunan, yang mengendalikan nyaris semua jaringan kabel fibre seantero Singapura. Satu pot bunga di dekat pantri, seolah tidak memberikan efek apa-apa. Dari semua itu, perhatian saya justru tersedot pada dua poster yang ditempel di dinding koridor. Ketika Selasa (6/2), mengasisteni sesi foto bos-bos sebuah perusahaan tekhnologi plat merah Singapura. Satu poster berisi daftar nomor telepon darurat bagi orang-orang yang menghadapi masalah mental. Sebelahnya, poster peringatan tentang tanda-tanda orang yang terkena sakit mental.

Kenapa di dinding kantor dipasang hal yang berhubungan dengan sakit mental? Ini tidak biasa? Pikir saya.

Tinggal sedekade lebih di Singapura, memberi pemahaman cukup bagi saya, bahwa orang Singapura yang tak pernah melakukan hal nonsense. Dua poster itu, tentu saja bukan sekedar pengumuman gaya-gayaan yang tidak bermakna apa-apa. Saya tiba-tiba ingat cerita karib saya, Lim, tentang keponakannya yang bekerja sebagai IT, dan tiap hari harus menelelan enam biji Panadol untuk meredakan sakit kepala dan stresnya. Saya tiba-tiba ingat instruktur yoga istri saya, yang bunuh diri terjun dari lantai 13. Tiba-tiba saja saya terbayang wajah tetangga saya, yang menangis di depan saya sembari menceritakan masalah pribadinya, padahan namanya saja saya tak tahu. Tiba-tiba juga muncul wajah anak tetangga sebelah rumah, seorang pengacara muda yang sukses, namun untuk sekedar bermain bola saja – satu hal yang menjadi kegemaran dia – kini tidak lagi bisa ia lakukan. Terakhir saya ketemu si pengacara, rambutnya mulai rontok, perutnya membuncit, padahal usianya belum lagi 30an.

Sebesar itu kah hal yang harus dipertaruhkan seseorang untuk mengejar kesuksesan? Dua poster berisi peringatan masalah mental yang tertempel di koridor sebuah kantor perusahaan tekhnologi itu; dengan mudah memberi gambaran betapa besarnya tekanan stres yang luar biasa pada para pegawai-pegawainya. Dan itu sangat berbahaya!

Saya pernah menjadi orang kantoran, tentu saja! Dan sejujurnya, itu bukan pengalaman yang menyenangkan. Saban sore sehabis ngantor, saya seolah-olah kehilangan tenaga. Lemas, malas, dan enggan ngapa-ngapain. Rasa lelahnya, bahkan jauh melebih rasa lelah setelah bermain bola. Bedanya, capek bermain bola itu sehat dan membuat hati gembira.

Tapi beruntung bagi saya. Di Batam, saya punya banyak kawan. Begitu selesai kerja, saya bisa ngajak siapa saja nongkrong sambil ngopi. Atau nonton film, makan malam sambil ngebir di pinggir pantai, atau banyak lain kegiatan menyenangkan yang dengan mudah melibatkan kawan-kawan. Kegiatan-kegiatan yang bisa dengan mudah menghilangkan stres dan beban kerja.

Di Singapura juga. Dengan mudah saya bisa mengajak kawan atau anggota keluarga untuk sekedar jogging bersama, mapun hiking keluar-masuk hutan. Pergi tahlilan ke masjid dekat rumah. Atau motret jalanan, berkunjung ke museum dan pameran seni, atau sekedar bersama istri hunting makanan-makanan khas dari warung-warung lama yang sudah mulai langka. Ada banyak hal, sebetulnya, yang bisa kita lakukan, untuk sekedar menghilangkan stres. Hal-hal yang seringkali sederhana, dan tak membutuhkan biaya.

Tapi, saya tahu, tak banyak orang Singapura seberuntung saya.

1 dari 10 remaja di Singapura, menderita gangguan kesehatan mental. Ini adalah salah satu dari hasil surve yang dilakukan Kementrian Kesehatna Singapura (MOH). Survei yang dirilis pada 27 September 2022 silam itu, dibuat untuk melacak kesehatan, faktor risiko, dan praktik gaya hidup penduduk Singapura berusia 18 hingga 74 tahun. Dari Juli 2021 hingga Juni 2022. Survei yang melibatkan 8 ribu orang dewasa melalui wawancara rumah tangga, dan 9 ribu orang dewasa lainnya, diwawancarai lewat pemeriksaan kesehatan. Temuan survei lainnya menunjukkan, ada peningkatan jumlah penderita gangguan mental, dari 13,4 persen pada tahun 2020, menjadi 17 persen pada tahun 2022.

Masyarakat Singapura usia antara 18 hingga 29 tahun, adalah mereka yang memiliki peningkatan jumlah angka kesehatan mental buruk tertinggi, yakni sebesar 25,3 persen. Prevalensi pada kelompok usia lain jauh lebih rendah, berkisar antara 10,5 persen pada kelompok usia 60 hingga 74 tahun. Pada kelompok usia 30 hingga 39 tahun, hanya ada di angka 19,4 persen. Survei itu juga mencatat, perempuan lebih banyak menderita gangguan mental (18,6 persen), dibanding laki-laki (15,2 persen).

Angka-angka di atas, jelas sangat mengkhawatirkan. Terutama pada peningkatan gangguan mental yang dialami masyarakat usia 18-29 tahun. Usia di mana seharusnya seseorang justru berada pada tingkat bahagia yang maksimal. Tapi sekali lagi, dua poster yang ditempel di kantor perusahaan tekhnologi yang saya ceritakan di awal, justru bisa memberi petunjuk, karyawan-karyawan mereka yang rata-rata berusia muda, adalah pihak yang paling rentan terkena gangguan mental.

Pertanyaannya? Kenapa hal demikian bisa terjadi? Kenapa terjadi justru di sebuah negara kaya raya? Terjadi pada masyarakatnya punya tingkat pendidikan yang baik? Fasilitas lengkap? Terjadi pada warga yang pemerintahnya adil serta mensejahterakan?

Jawabannya sederhana: karena hidup mereka tidak seimbang!

(*)

Penulis/ Vlogger : Sultan Yohana, Citizen Indonesia berdomisili di Singapura. Menulis di berbagai platform, mengelola blog www.sultanyohana.id 
Rubrik : Catatan Netizen jadi platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi para netizen yang gemar menulis, tentang apa saja hal positif yang bisa dibagikan melalui wadah GoWest.ID. Kirim artikel/ konten/ esai anda secara mandiri lewat cara ini ya.

Kaitan netizen, Poster, singapura
Admin 21 April 2024 21 April 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Ubah Foto Jadi Video Via AI Eksperimental Microsoft
Artikel Selanjutnya Pemkab Bintan Gratiskan Layanan KB di Puskesmas

APA YANG BARU?

BP Batam Tawarkan Stabilitas Regulasi kepada Investor Eropa dan Jepang
Artikel 19 jam lalu 123 disimak
Komisi III DPR RI Soroti Tuntutan Hukuman Mati ABK Kapal Pembawa Sabu
Artikel 22 jam lalu 117 disimak
Siaga Karhutla, BPBD Batam Terima Bantuan Dari BNPB
Artikel 1 hari lalu 117 disimak
Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tanjungpinang Saat Ramadan
Pendidikan 1 hari lalu 155 disimak
MBG Ramadan di Batam ; 1 Biskuit-Setengah Jagung, SPPG Ditegur
Artikel 1 hari lalu 159 disimak

POPULER PEKAN INI

Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia di Jembatan 3 Barelang
Artikel 4 hari lalu 226 disimak
Cuaca Kepulauan Riau: Berawan Hingga Hujan Ringan
Artikel 4 hari lalu 216 disimak
Ahli Waris Pengemudi Ojek Online Yang Meninggal Terima Santunan Jaminan Kematian
Artikel 4 hari lalu 207 disimak
Setahun Memimpin, Amsakar-Li Claudia Wujudkan Komitmen Membangun Batam
Artikel 3 hari lalu 193 disimak
Kabupaten Karimun Siap Jadi Tuan Rumah Popda Kepri 2026
Sports 4 hari lalu 191 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?