Hubungi kami di

Uang

Dukung Transformasi Digital, OJK Kepri Dorong Kolaborasi BPR & BPRS dengan Fintech

Terbit

|

Kepala OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus. F. Dok. Tribunnews.com

DALAM mendukung kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri mendorong untuk melakukan transformasi digital.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepri, Rony Ukurta Barus, saat sosialisasi Transformasi Digital BPR dan BPRS secara Hybrid di Swissbell Hotel Batam, Harbour Bay, Batuampar, Jumat (16/9/2022).

Rony mengatakan hingga Semester I Tahun 2022 kondisi sektor perbankan berada dalam kondisi yang stabil.

“Pada aspek permodalan rasio permodalan Capital Adequacy Ratio (CAR) terjaga dengan 45 BPR/BPRS memiliki rasio CAR di atas 15 persen dari yang diatur ketentuan sebesar 12 persen, dan jumlah BPR yang sudah memenuhi ketentuan modal inti minimum sebesar Rp 6 miliar pada tahun 2024 sebanyak 41 BPR/BPRS,” kata Rony dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Batam, Jumat.

BACA JUGA :  Antisipasi Penyelundupan TKI, Polresta Barelang Perketat Pengawasan di Pelabuhan

Ia menjelaskan pada aspek likuiditas, Loan to Deposit Ratio (LDR) BPR di Kepri terjaga pada angka sebesar 73,26 persen.

Selain itu, Rony juga menyampaikan terkait Fintech Peer to Peer Lending Legal kepada seluruh BPR dan BPRS di Provinsi Kepri, diharapkan dapat meningkatkan peluang terwujudnya kerja sama antara BPR/BPRS yang ada di wilayah Kepri dengan Fintech Peer to Peer Lending Legal yang ada di Indonesia.

“Sehingga daya saing BPR/BPRS, khususnya di wilayah Kepri dapat semakin meningkat dan semakin memudahkan masyarakat untuk mengakses kebutuhan permodalan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Kepri Terima Tambahan 12.250 Dosis Vaksin Sinovac

Namun demikian, OJK senantiasa mengingatkan masyarakat agar hanya berhubungan dengan perusahaan Fintech Peer to Peer Lending yang terdaftar di OJK dengan memastikan legalitas perusahaan Fintech tersebut selaku pemberi pinjaman terlebih dahulu melalui saluran yang tersedia seperti telepon Kontak OJK 157 atau melalui website OJK (www.ojk.go.id). (ilm/ojk

Berdasarkan data yang disampaikan OJK bahwa sampai dengan Juni 2022, total menerima pinjaman pada Fintech Peer to Peer Lending Legal di Kepri mencapai 250.000 peminjam dengan akumulasi penyaluran pinjaman kepada penerima pinjaman mencapai Rp 2,8 Triliun.

(*)

Sumber: Antara

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid