- Nama: Gedung Beringin
- Lokasi: Jalan R.E. Martadinata, Sekupang – Batam
- Tahun Pembangunan: 1986
- Fungsi: Balai Pertemuan/ aktifitas pemerintah dan publik.
GEDUNG Beringin adalah bangunan serbaguna dan pusat kesenian lama di Sungai Harapan, Sekupang, Batam, yang dibangun oleh Otorita Batam pada tahun 1986. Sempat terbengkalai sejak tahun 2004, gedung ini kini diprogramkan oleh Pemerintah Kota Batam untuk direvitalisasi menjadi Taman Budaya.
Sejarah Awal
GEDUNG Beringin didirikan pada tahun 1986 oleh Otorita Batam (sekarang BP Batam) di bawah kepemimpinan BJ Habibie. Gedung ini sengaja dibangun di kawasan strategis Sekupang sebagai sarana serbaguna perdana sekaligus pusat pertunjukan kesenian Melayu di Batam.
Pada era Presiden Soeharto, gedung ini memegang peranan sangat prestisius. Selain menjadi pusat hiburan, bangunan ini kerap dijadikan tempat pertemuan formal skala besar bagi para pejabat pusat dan daerah yang berkunjung ke Batam.

Denyut Aktivitas di Masa Lalu
SEBAGAI satu-satunya ruang publik representatif pada masanya, Gedung Beringin menjadi wadah aktivitas warga. Berbagai kegiatan yang pernah menghidupkan gedung ini antara lain:
Pusat Pertunjukan Seni: Menjadi panggung utama bagi festival tari Melayu, teater, musik tradisional, dan wadah kreativitas seniman lokal hingga akhir tahun 2000.
Acara Sakral Masyarakat: Lokasi favorit bagi warga Batam untuk menggelar resepsi pernikahan dan pesta adat.
Gedung Pertemuan Resmi: Tempat berkumpulnya organisasi kemasyarakatan serta pusat penyelenggaraan rapat-rapat penting pemerintahan.
Namun seiring perkembangan Kota Batam seperti saat ini, gedung megah kini terabaikan dan seolah hilang dalam memori kenangan. Mulai ditinggalkan dan tak terurus sejak Batam masuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau tahun 2004.
Halaman di Gedung Beringin yang dulu lapang, kini dipenuhi ilalang setinggi pinggang. Gerbang masuknya pun tampak tertutup dahan-dahan yang menjuntai liar. Salah satu pohon besar yang telah dipotong bahkan terlihat miring di dekat pintu masuk.
Bahkan kondisi bagian alam gedung sangat memprihatinkan. Plafon berlubang, dinding-dinding berkerak, cat mengelupas di berbagai sudut.
Kemudian kusen pintu yang dulu kokoh kini lapuk, sementara jendela-jendela pecah, menyisakan kesan suram dimana gedung ini benar-benar ditinggalkan.
Rencana Penataan ke Depan
PEMERINTAH Kota Batam bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam kini tengah merealisasikan proyek ambisius untuk menyulap Gedung Beringin menjadi Taman Budaya Batam setelah dilakukan peralihan aset dari Badan Pengusahaan Batam (dulu Otorita Batam, pen.) ke Pemerintah Kota Batam.

Konsep penataan ini diadopsi langsung dari pusat kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta. Rencana pengembangan kawasan ini ke depan mencakup:
- Pusat Ekonomi Kreatif: Menyediakan ruang terbuka hijau, galeri pameran seni, amphitheater outdoor, dan studio latihan bagi generasi muda Batam.
- Sinergi KEK Sekupang: Integrasi konsep pariwisata budaya dengan proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Internasional Sekupang guna menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia.
Penyusunan DED: Pihak dinas terkait telah merampungkan kajian akademis dan sedang mematangkan Detail Engineering Design (DED) untuk memulai restorasi arsitektur gedung.
(ham)


