ANAK-ANAK pesisir di Desa Pengudang tidak hanya diajak melahap isi buku, tetapi juga ditantang untuk menyuarakan kembali apa yang mereka pelajari. Langkah ini menjadi metode interaktif yang diterapkan dalam kegiatan literasi bagi siswa SDN 005 Teluk Sebong, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Siswa yang selesai membaca diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan ulang isi bacaan di hadapan teman-temannya. Bagi mereka yang berani tampil dan mampu menyampaikan informasi dengan baik, panitia memberikan apresiasi berupa hadiah.
Pendekatan ini lahir dari kolaborasi lintas pihak, melibatkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Bintan, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Pengudang, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Kelompok Bahari Pengudang dan Kelompok Cakrawala.
Ketua Kelompok Cakrawala, Dakar, menekankan bahwa esensi literasi tidak berhenti pada kemampuan mengeja kata, melainkan pemahaman dan keberanian mengolah informasi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membuat anak-anak lebih dekat dengan buku, berani tampil di depan teman-temannya, serta mampu memahami dan menyampaikan kembali apa yang telah mereka baca,” kata Dakar.
Sementara itu, Ketua KPMD Desa Pengudang, Zaidan Muharramain, memandang sinergi ini sebagai fondasi penting untuk memperluas akses belajar di kawasan pesisir. Pada Jumat, 21 Agustus 2026, ia menyatakan harapannya agar pengenalan potensi bahari dan budaya membaca dapat berjalan berdampingan demi mencetak generasi yang berdaya saing global tanpa mencabut akar kearifan lokal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KKN Kelompok Bahari Pengudang, Muhammad Alif, menyebut inisiatif ini sebagai langkah sederhana namun berdampak nyata untuk menanamkan kebiasaan membaca sejak dini.
Melalui pengemasan yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan kolaboratif ini terbukti tidak hanya memicu minat baca, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi serta membangun kepercayaan diri anak-anak di wilayah pesisir Bintan.
(nes/rri)


