DINAS Pendidikan atau Disdik kota Batam berencana untuk memberdayakan guru SD untuk mengajar di Sekolah Menengah Pertama atau SMP yang masih berstatus menumpang. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi kekurangan tenaga pengajar di sekolah tersebut.
PPDB tahun ini diikuti oleh semua sekolah negeri yang ada di kota Batam. Tidak terkecuali bagi sekolah yang masih bersatus menumpang. Seperti SMPN 59 Batam yang hingga saat ini masih menumpang di SD 019 kecamatan Sagulung. . SMPN 59 tetap membuka pendaftaran bagi para calon siswa baru walaupun tidak memiliki gedung sekolah sendiri dan juga keterbatasan tenaga pengajar.
Kepala Dinas Pendidikan kota Batam Hendri Arulan mengungkapkan, pembukaan pendaftaran PPDB di dua sekolah yang masih berstatus menumpang, yakni SMP Negeri 58 dan SMP Negeri 59 tidak menjadi masalah karena jumlah siswa yang akan diterima akan disesuaikan dengan kapasitas daya tampung dimana ekolah tersebut menumpang. Begitu pula dengan zonasi yang disesuaikan dengan lokasi sekolah yang ditumpangi.
Terkait tenaga pengajar, Hendri mengungkapkan, pihaknya masih menggunakan tenaga guru yang sudah ada. Selain itu, nantinya juga ada tambahan guru dari sekolah lain. Hendri juga berencana untuk memberdayakan guru SD untuk mengajar di sekolah tersebut. Hal ini karena para guru SD dianggap masih mumpuni untuk mengajar para siswa SMP khususnya bagi siswa yang duduk di tahun pertama.
Hendri menjelaskan, walaupun sekolah bertambah, namun penambahan tenaga pengajar tidak dapat dilakukan karena kebijakan tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
Menurut Hendri, untuk pembangunan gedung SMPN 58 yang berada di kampung Bagan, rencananya akan dibangun tahun ini. Sedangkan SMPN 59 saat ini telah sampai pada tahap penyerahan lahan oleh masyarakat ke pihak Dinas Pendidikan kota Batam.
(*)


