HARGA kedelai terus mengalami kenaikan. Bahkan, puncaknya diprediksi akan terjadi pada Mei 2022 dimana harga kedelai bisa mencapai Rp 15 ribu per kilogram (kg).
Namun, menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Oke Nurwan, mengatakan Kemendag mempunyai perhitungannya sendiri.
“Di hitungan kita itu tertinggi paling Mei di tingkat perajin ya. Saya tidak mau bicara dolar, kemungkinan menyentuh Rp 12 ribu perkilogram di tingkat perajin,” jelasnya kepada detikcom, Senin (28/2/2022).
Oke menyampaikan kenaikan harga kedelai harus dihadapi. Jika memang harus dinaikkan, maka naikkan, sebaliknya kalau turun, maka turunkan.
“Ya, mau bagaimana lagi, kenapa harus ditakutkan. Kalau harga bahan baku naik, ya, naikkan saja. Kalau fair, kalau turun, ya, turunkan. Mau diapakan lagi, orang tergantung impor. Apalagi ada perang Rusia-Ukraina,” ujarya.
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip, mengatakan dari awal Gakoptindo sudah memberikan peringatan ke pemerintah soal kemungkinan puncak harga kedelai tersebut.
“Kalau sampai Rp 15 ribu itu kolaps. Jutaan orang akan kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.
(*)
sumber: detik.com


