Hubungi kami di

Uang

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Pekan

Terbit

|

Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. IHSG dan Rupiah sama-sama menguat di penutupan akhir pekan. F. Dok. Kontan.co.id

PENUTUPAN sesi II perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/12/2021) sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau. Demikian juga dengan mata uang rupiah di pasar spot yang menguat.

Seperti dilansir dari RTI, pada penutupan perdagangan sesi II, IHSG berada pada level 6.601,93 atau naik 7,13 poin (0,11 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya, Kamis (16/12/2021) yang berada di level 6.594,79.

Sementara itu, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 14.355 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Jumat (17/12) sore. Mata uang Garuda menguat 6 poin atau 0,05 persen dari Rp 14.361 per dolar AS dari sehari sebelumnya.

Sedangkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang menempatkan rupiah di posisi Rp 14.441 per dolar AS.

BACA JUGA :  IHSG Ditutup di Zona Merah, Rupiah Melemah 0,38%

Rupiah menguat bersama baht Thailand 0,32 persen, won Korea Selatan 0,26 persen, yen Jepang 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen. Sedangkan mata uang Asia lain berada di zona merah.

Ringgit Malaysia melemah 0,3 persen, yuan China minus 0,1 persen, peso Filipina minus 0,07 persen, rupee India minus 0,06 persen, dan dolar Singapura minus 0,03 persen.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju, mayoritas melemah dari dolar AS. Hanya rubel Rusia yang menguat 0,11 persen.

Sisanya, dolar Australia melemah 0,19 persen, dolar Kanada minus 0,06 persen, euro Eropa minus 0,06 persen, franc Swiss minus 0,03 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,03 persen.

BACA JUGA :  Rupiah Perkasa di Posisi Rp 14.617 per Dolar AS, IHSG Loyo di Level 6.883

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan rupiah pada hari ini terjadi karena investor mengantisipasi perubahan kebijakan moneter dari sejumlah bank sentral di dunia.

Misalnya, bank sentral Inggris, Bank of England dan bank sentral Eropa, The European Central Bank (ECB) yang berencana menaikkan suku bunga acuan.

“Bank sentral utama telah mengadopsi kebijakan yang berbeda karena ketidakpastian tentang dampak varian omicron covid-19 pada pemulihan ekonomi tetap ada,” kata Ibrahim.

Sementara bank sentral Jepang, Bank of Japan dan Bank Indonesia (BI) mempertahankan tingkat suku bunganya.

(*)

sumber: CNN Indonesia | Merdeka.com

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid