Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Target Pajak di Batam Naik Lagi
    3 jam lalu
    Ditemukan dalam Kondisi Selamat, Seorang Wanita Terjatuh Dari Jembatan Barelang
    4 jam lalu
    Jarak Pandang di Batam Mulai Menurun Karena Kabut Asap
    4 jam lalu
    Hari ini (25/08), Pagi Sampai Siang Hari Kota Batam Diperkirakan Cerah Berawan
    12 jam lalu
    Amsakar Pastikan Revitalisasi Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    1 hari lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    2 hari lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    3 hari lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    4 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    2 hari lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    7 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    1 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Isu Rasis dan Diskriminasi Buat Ozil Pensiun

Editor Redaksi 8 tahun lalu 1.8k disimak

USAI 92 kali tampil untuk Jerman dengan torehan 23 gol, Mesut Ozil memutuskan pensiun dari timnas Jerman.

Pemain berusia 29 tahun tersebut tidak akan mengenakan seragam Die Manschaft selama masih menerima perlakuan rasis dan diskriminasi.

Sebelum menjalani Piala Dunia 2018 di Rusia, Ozil sadar pada satu hal.

Bila Jerman berprestasi ia akan dianggap sebagai warga Jerman. Namun, bila yang terjadi sebaliknya, dia akan dianggap sebagai imigran Turki dengan segala asumsi negatif di belakangnya.

Hasilnya, kondisi kedua yang menjadi kenyataan. Jerman tak lolos dari fase grup Piala Dunia meski berstatus juara bertahan. Dan Ozil pun merasa disorot sejumlah pihak, termasuk media, meski masalahnya bukan soal sepak bola, melainkan soal nasionalisme.

“Mereka (media) tidak mengkritik penampilan saya. Mereka tidak mengkritik penampilan tim. Mereka hanya mengkritik bahwa saya keturunan Turki,” ucap gelandang milik klub Arsenal tersebut dalam akun Twitter-nya.

Perlakuan yang Ozil terima itu tak lepas dari kejadian di London, Inggris, sekitar Mei lalu. Kala itu, dia berfoto bersama Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah acara amal.

Lantas, foto tersebut dirilis oleh partai berkuasa di Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang dipimpin Erdogan menjelang pemilihan presiden. Dan kebetulan Erdogan memenangi pemilu tersebut.

Bagi Ozil, foto bersama Erdogan itu adalah sebuah kejadian biasa. Pembicaraan dalam pertemuan tersebut juga bukan soal politik, melainkan hal yang tak jauh dari lapangan hijau. Termasuk soal masa muda Erdogan yang doyan bermain bola.

“Ibu tak ingin saya kehilangan sisi keturunan, warisan, dan tradisi keluarga. Bagi saya, berfoto bersama Presiden Erdogan bukan tentang politik atau pemilihan presiden. Itu tentang saya menghormati kepala negara tempat asal keluarga saya,” kata Ozil.

Sayangnya, sebagian masyarakat Jerman, tidak berpikir demikian.

Termasuk DFB, federasi sepak bola Jerman.

Pasca-momen Mei itu, Ozil memang menjadi bulan-bulanan media setempat. Namun, dalam periode tersebut, menurut Ozil, DFB tak membantunya sama sekali. Bahkan, acara promosi timnas Jerman untuk Piala Dunia 2018 yang melibatkannya, menurut Ozil, dibatalkan.

Niat dia memotong masa liburnya setelah musim kompetisi Liga Primer Inggris berakhir juga tak banyak membantu.

“Saat bertemu dengan Grindel (Reinhard Grindel/Presiden DFB) untuk menjelaskan keturunan saya dan alasan foto tersebut, tapi dia jauh lebih tertarik dengan pandangan politiknya serta meremehkan pendapat saya,” kata Ozil.

“Sebagian orang menggunakan foto tersebut sebagai kesempatan untuk mengekspresikan sikap rasial yang selama ini tersembunyi.”

https://twitter.com/EngnrDan/status/1021253220109189121?s=19

 

Pada cuitannya yang terdiri dari tiga bagian dengan empat halaman itu, Ozil memang memuntahkan semua unek-unek-nya. Ozil merasa heran mengapa ia masih menerima perlakuan diskriminasi setelah semua hal yang ia lakukan.

“Saya menerima Bambi Award pada 2010 sebagai contoh suksesnya integrasi masyarakat Jerman. Saya menerima Silver Laurel Leaf 2014 dari Republik Federal Jerman. Saya menjadi duta timnas Jerman pada 2015. Apakah saya bukan orang Jerman?” katanya.

“Teman saya Miroslav Klose dan Lukas Podolski tidak pernah disebut Jerman-Polandia. Kenapa saya disebut Jerman-Turki? Apakah karena saya keturunan Turki? Apakah karena saya muslim?”

Kini, setelah 92 kali tampil untuk Jerman dengan torehan 23 gol, Ozil memutuskan pensiun dari timnas Jerman. Menurut pemain berusia 29 tahun tersebut, ia tidak akan mengenakan seragam Die Manschaftselama masih menerima perlakuan rasis dan diskriminasi.

“Ini adalah keputusan yang benar-benar sulit, karena saya telah memberikan yang terbaik bagi teman setim, tim pelatih, dan masyarakat Jerman yang baik,” ucap Ozil pada akhir pernyataannya.

Grindel memang menjadi salah satu sasaran muntah unek-unek Ozil.

Sebenarnya, dia adalah orang di belakang pelatih Joachim Low atas keputusannya memilih Ozil untuk dibawa ke Rusia.

Sayangnya, sikap tersebut kemudian berubah lagi seiring dengan buruknya prestasi Jerman di Piala Dunia. Setelah itu, Grindel menyerang Ozil kembali dengan meminta jawaban atas foto bersama Erdogan tadi.

“Banyak suporter yang kecewa karena mereka menanyakan kepada Ozil dan berharap dia menjawab,” kata Grindel kepada majalah Kicker awal bulan ini (h/t Goal).

Dengan perlakuan tersebut, menurut editor DW, Matt Pearson, wajar Ozil kesal. Pasalnya, menurut Pearson, perlakuan sejumlah pihak kepada Ozil tidak layak.

Dia juga mempertanyakan motif Grindel yang selalu menanyakan soal foto tersebut kepada Ozil. Grindel memang sosok kontroversial. Saat menjabat sebagai anggota parlemen, ia mengatakan bahwa multikulturalisme adalah hanya mitos dan kebohongan sepanjang masa.

“Ozil mungkin memang seharusnya menangani kasus foto yang menghebohkan itu dengan lebih baik. Namun dia adalah seorang pemain sepak bola, bukan diplomat,” kata Pearson.

“DFB seharusnya bisa mengatasi hal itu. Bahwa mereka tidak melakukan itu, sulit membantah asumsi Ozil, bahwa seorang pemain muslim asal Turki di timnas Jerman lebih mudah diserang daripada pemain lain dalam posisinya.”

 

Sumber : dw.com / goal.com / twitter / bbc / beritagar

 

 

Kaitan jerman, ozil, pensiun, timnas, top
Redaksi 24 Juli 2018 24 Juli 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Menarget 24 Titik Baliho Tak Berizin
Artikel Selanjutnya Waduk Sei Gong Diresmikan Agustus Mendatang, Mulai Beroperasi 2021

APA YANG BARU?

Target Pajak di Batam Naik Lagi
In Depth 3 jam lalu 107 disimak
Ditemukan dalam Kondisi Selamat, Seorang Wanita Terjatuh Dari Jembatan Barelang
Artikel 4 jam lalu 94 disimak
Jarak Pandang di Batam Mulai Menurun Karena Kabut Asap
Artikel 4 jam lalu 108 disimak
Hari ini (25/08), Pagi Sampai Siang Hari Kota Batam Diperkirakan Cerah Berawan
Artikel 12 jam lalu 119 disimak
Amsakar Pastikan Revitalisasi Pasar Induk Jodoh Tetap Berjalan
Artikel 21 jam lalu 93 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 4 hari lalu 436 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 6 hari lalu 372 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 6 hari lalu 350 disimak
Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
Pendidikan 3 hari lalu 327 disimak
Pemerintah Usulkan Biaya Haji 2027 Sebesar Rp107,3 Juta
Artikel 3 hari lalu 326 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?