Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Jalan Tunjungan Ditutup, Pemkot Gelar Rekonstruksi Perobekan Bendera

Mike Wibisono

Terbit

|

MENYAMBUT rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November mendatang, Pemkot Surabaya menggelar rekonstruksi perobekan bendera Belanda di depan Hotel Majapahit, Senin, 19 September 2016.

Rencananya, untuk melancarkan acara ini, Jalan Tunjungan akan ditutup sementara. Dinas Perhubungan Kota Surabaya akan melakukan rekayasa pengalihan lalin Sejak Senin pagi.

Seperti diberitakan laman suarasurabaya.net , Ahmad Gunardi Kepala Sub Unit Surabaya Selatan Dishub Kota Surabaya mengatakan, penutupan total Jalan Tunjungan akan dimulai sejak pukul 06.00 WIB.

“Kendaraan dari Jalan Gemblongan akan diarahkan ke Jalan Gentengkali, arah ke Undaan. Sedangkan yang dari selatan bisa ke kanan, ke Jalan Ngemplak,” ujarnya, Jumat (16/9/2016) di laman itu.

Dari Jalan Ngemplak, bila hendak ke Jalan Gubernur Suryo bisa menyeberang jembatan lalu belok kiri ke Jalan Simpang Dukuh.

Bila arus lalu lintas padat di Jalan Praban, kendaraan dari Jalan Blauran nanti akan dialihkan ke Jalan Bubutan.

Parkir kendaraan untuk menonton acara ini, bisa di lokasi parkir Gentengkali, atau di Gedung Eks Siola. Lokasi parkir juga tersedia di Jalan Tanjung Anom atau di Jalan Genteng Besar.

“Bisa contra flow ke Pasar Genteng,” ujarnya lagi.

Demikian halnya, ada pengecualian untuk tamu di hotel Swiss Bell inn. Bisa contra flow di Jalan Gubernur Suryo dari Simpang Dukuh.

Sementara Wiwiek Widayanti Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya di laman yang sama mengatakan, Rekonstruksi Perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato ini adalah rangkaian kegiatan peringatan Sepuluh November.

BACA JUGA :  Jadikan Indonesia Hijau, Risma Berpartisipasi Tanam Pohon "Listrik"

“Acara ini akan sedikit mengganggu aktivitas di hari sekolah dan kerja, ya, di ruas jalan Majapahit. Kami berhadap, pukul 09.00 WIB acara sudah selesai, pukul 10.00 WIB sudah bisa dibuka,” katanya.

Wiwiek meminta pengertian warga Surabaya. Menurutnya, acara rekonstruksi perobekan bendera kedua kalinya ini penting dilakukan.

“Karena tidak ada satupun kota di Indonesia yang memilki julukan Kota Pahlawan, selain di Surabaya,” ujarnya.

Pada tahun ini, rekonstruksi perobekan bendera akan melibatkan 200 veteran. Lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu 150 orang veteran.

Selain itu, ada 2.000 pelajar yang akan dilibatkan, baik untuk paduan suara, kegiatan teaterikal, hingga marching band.

Selain itu, kegiatan ini juga akan melibatkan pasukan dari kesatuan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Kepolisian.

“Mereka akan memakai seragam dinas masing-masing,” kata Wiwiek.

Adapun rangkaian kegiatan peringatan Hari Pahlawan 10 November ini juga akan diisi oleh pameran-pameran berkaitan Hari Pahlawan hingga 10 november 2016 mendatang.

Selain itu akan ada kegiatan Sekolah Kebangsaan pada Oktober mendatang, serta kegiatan-kegiatan lainnya, hingga puncak acara pada 10 November, ada helatan Surabaya Juang yang rutin diadakan setiap tahun. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook