Hubungi kami di

Berita

Jangan Cek KTP Lewat Aplikasi Ponsel!

iqbal fadillah

Terbit

|

BELUM lama ini muncul kembali aplikasi cek KTP melalui toko aplikasi online google playstore  yang bisa diunduh dengan mudah di telepon pintar android.

Ada sekitar belasan aplikasi serupa. Tapi sistem tersebut tidak dikeluarkan secara resmi oleh Pemerintah.

Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arief Fakhrulloh mengatakan, pengecekan NIK tersebut bisa dilihat hanya melalui website. Aplikasi di telepon pintar bernama Cek KTP, bukan aplikasi resmi pemerintah sehingga datanya tidak valid.

“Kalau mau cek KTP, hanya bisa di website. Sejauh ini, Kemendagri memang belum menyediakan aplikasi untuk telepon pintar, karena keamanan data harus terjamin,” kata Zudan, Rabu (2/11) dilansir dari kemendagri.go.id.

Zudan memastikan bahwa hingga saat ini, keamanan Data Center Kemendagri tak terjadi kebocoran. Ia juga memastikan data yang dipakai aplikasi pada telepon pintar itu bukan berdasarkan data Kemendagri sehingga wajar masyarakat tak menemukan identitasnya di sana.

Dukcapil Kemendagri, kata dia hanya membuka layanan cek KTP melalui website resminya di www.dukcapil.kemendagri.go.id.

Dengan memasukan nomor induk kependudukan (NIK), masyarakat bisa melihat data kependudukan mereka sesuai dengan KTP masing-masing.

“Kalau ada aplikasi di smartphone, itu bukan berasal dari data Kemendagri sehingga tak perlu dihiraukan. Jangan sampai ada masyarakat yang cek KTP di sana, lalu merasa belum terdata, karena sistem mereka bukan berasal dari Dukcapil Kemendagri,” ujar dia.

Berdasarkan komentar pengguna aplikasi tersebut, mereka juga beranggapan kalau sistem tersebut sama sekali tak direkomendasikan. Pertama, alasan karena terlalu banyak iklan dari aplikasi itu.

“Aplikasinya gimana sih, DKI saja tidak ada, dan terlalu banyak iklan,” tulis akun Alfi Susanti di fitur komentar salah satu aplikasi cek KTP yang banyak bertebaran di play store.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sempat berpendapat aplikasi yang ada di ponsel itu bukan mengarah ke database Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kemendagri.

Ia berharap, masyarakat tidak menjadikan aplikasi tersebut sebagai acuan data kependudukan. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook